Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

PDIP Semprot Kemensos: Jangan Asal Buang Data Warga Miskin!

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 20:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan 11 juta peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinilai sebagai upaya cuci tangan terhadap tugas pengentasan kemiskinan.

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDIP, Muhammad Abdul Aziz Sefudin menyebut rakyat miskin di Indonesia masih banyak. Fakta di lapangan ini bertolak belakang dengan kebijakan Kemensos yang justru mencabut hak fasilitas kesehatan rakyat miskin.

"Alih-alih mengurangi kemiskinan, pemerintah terkesan ‘asal buang' data warga miskin dengan mengategorisasikannya sebagai masyarakat sudah sejahtera. Sementara keadaan di lapangan bertolak belakang, jiwa rakyat terancam," kritik Aziz dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Februari 2026.


Azis lantas menyinggung alasan pemutakhiran data sebagai dasar Kemensos menghapus 11 juta PBI BPJS Kesehatan. Menurutnya, kebijakan yang adil tidak hanya terpaku pada angka-angka administratif di atas kertas, melainkan harus berbasis pada fakta di lapangan.

"Artinya, tidak ada lagi ‘orang miskin beneran’ yang menjadi korban ketidakcocokan data pemerintah," tegasnya.

Aziz mengingatkan pemerintah tidak menjadikan hukum atau kebijakan sebagai alat yang justru merugikan masyarakat luas. Ia merujuk pada maraknya fenomena kepercayaan publik yang menurun akibat lambatnya respons pemerintah. 

"Peluang menurunnya kepercayaan masyarakat pun sangat memungkinkan terjadi, terlebih generasi Z melihat pemerintah hadir ketika peristiwa di masyarakat viral terlebih dahulu," ungkap Aziz.

Maka dari itu, Aziz mendesak Kemensos melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses input dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Setiap keputusan harus mempertimbangkan dampak terhadap kelompok rentan dan tidak menimbulkan persoalan baru, baik dalam bentuk kecemburuan sosial maupun ketimpangan akses," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya