Berita

Ketua KPK, Setyo Budiyanto. (Foto: Humas KPK)

Politik

Pesan Ketua KPK untuk Tiga Deputi Baru: Jangan Pasif, Ini Jabatan Strategis

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 18:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto menegaskan bahwa pelantikan tiga deputi baru bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis yang akan menentukan arah gerak lembaga antirasuah ke depan.

Hal itu disampaikan Setyo saat memberikan sambutan di acara pelantikan pejabat tinggi madya atau deputi di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu 18 Februari 2026.

Setyo mengatakan, proses seleksi yang panjang dan ketat telah menghasilkan tiga nama terbaik, yakni Aminuddin sebagai Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Asep Guntur Rahayu sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, dan Ely Kusumastuti sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, yang kini resmi mengemban jabatan deputi definitif di KPK.


"Tentu ini adalah sebuah kepercayaan yang sangat luar biasa, meskipun satu sisi ada yang tidak terpilih," kata Setyo dalam sambutannya.

Menurutnya, terpilihnya tiga deputi tersebut merupakan hasil penilaian menyeluruh tim seleksi, sekaligus bagian dari kehendak Tuhan.

Setyo menekankan bahwa jabatan deputi adalah posisi strategis yang menentukan hidup matinya kinerja organisasi. Deputi tidak boleh pasif karena akan berdampak langsung pada kinerja direktorat di bawahnya.

"Jabatan Deputi ini jabatan yang sangat strategis. Harus bisa menggerakkan Kedeputian, tetapi gerakan dari Kedeputian ini menentukan langkah ekosistem yang ada di KPK. Jadi kalau misalkan Deputinya pasif, maka para direkturnya pun juga akan seperti itu," terang Setyo.

Ia juga menuntut para deputi bersikap adaptif, visioner, dan mampu membaca arah perkara bahkan sebelum dipaparkan penyidik.

"Tidak bisa kemudian kita hanya berdiam di tempat, harus bisa adaptif," kata Setyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya