Berita

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Foto: Dokumentasi RMOL/Tangkapan layar Youtube BNPB)

Nusantara

BNPB:

Waspada Cuaca Ekstrem hingga 21 Februari

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 17:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi beberapa hari ke depan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir pekan ini cuaca diperkirakan tidak normal.

"Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, khususnya di wilayah Pulau Jawa," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu 18 Februari 2026.


Akibat cuaca ekstrem tersebut, Abdul Muhari menyebutkan, sejumlah dampak yang berpotensi timbul, sehingga patut diwaspadai masyarakat.

"Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Abdul Muhari.

Hal ini sebagaimana yang terjadi di wilayah kabupaten/kota di Pulau Jawa. Potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang telah memicu banjir, longsor pada tebing yang jenuh air, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan transportasi dan kelistrikan.

Menyikapi prakiraan cuaca dan potensi dampak bencana hidrometeorologi basah, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui optimalisasi posko siaga, pemantauan debit sungai, waduk, dan tanggul, serta pengawasan wilayah lereng rawan longsor. 

"Serta penyebarluasan informasi peringatan dini, simulasi evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material," kata Abdul Muhari.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya