Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelligence)

Politik

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus ijazah Joko Widodo alias Jokowi yang sudah bergulir selama berbulan-bulan perlahan mulai berpihak kepada Roy Suryo cs.

"Kini, suasana sudah berubah, kalau tak dikatakan berbalik," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal dalam keterangannya, Rabu 18 Februari 2026.

Buktinya, kata Erizal, KPU sudah menyerahkan fotokopi legalisasi ijazah Jokowi kepada Bonatua Silalahi. Universitas Gadjah Mada (UGM) pun mengaku tak pernah ada berkas legalisasi ijazah Jokowi. 


"Rektor UGM pun tiarap, dengan munculnya ijazah Kehutanan UGM 1985," kata Erizal.

Salah satunya terlihat dalam persidangan Citizen Lawsuit (CLS) di Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah, pada Selasa 13 Januari 2026.

Ijazah milik mendiang Bambang Budy Harto, lulusan Fakultas Kehutanan UGM, yang ditunjukkan adiknya, Muhammad Rudjito, dikeluarkan pada bulan Mei 1985, sementara ijazah Jokowi dikeluarkan bulan November 1985.

"Masak bisa ijazah di fakultas pada tahun yang sama berbeda seperti langit dan bumi? Ini memang tak masuk akal," kata Erizal. 

"Apa yang disampaikan Bareskrim Polri pun, untuk menutup penyelidikan kasus ijazah Jokowi, juga mulai dibantah Roy Suryo cs. Ijazah yang ditampilkan pun juga ikut ditelitinya," sambungnya.

Apalagi setelah dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Jaksa, justru dikembalikan setelah melakukan penyidikan begitu panjang dengan barang bukti yang dikatakan seabrek-abrek. 

"Ini juga menjadi pertanyaan, meski dianggap sesuatu yang biasa dalam sebuah kasus. Khusus untuk kasus ijazah Jokowi ini, tetap tidak biasa," pungkas Erizal.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya