Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari (Foto: Dokumen Fraksi PKB)

Politik

Indonesia Mulai Kembangkan Nuklir, Komisi XII DPR Ingatkan Hal Ini

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana pemerintah mengembangkan energi nuklir sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional, disambut baik Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari. 

Meski demikian, Ratna mengingatkan agar implementasinya dilakukan secara hati-hati dan terukur.

“Nuklir memang bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon. Namun pengembangannya harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan pengawasan ketat karena risikonya tidak kecil,” ujar Ratna kepada wartawan, Rabu, 18 Februari 2026.


Ratna menegaskan, aspek keselamatan, kesiapan teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta penerimaan masyarakat harus menjadi prioritas utama sebelum proyek dijalankan secara masif.

Selain itu, Sekretaris DPP PKB Bidang Sumberdaya Alam tersebut juga mengingatkan agar rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tidak membuat pemerintah mengesampingkan proyek energi terbarukan lainnya yang sudah berjalan.

“Jangan sampai karena fokus ke nuklir, proyek energi ramah lingkungan lain yang sudah direncanakan dan bahkan menyerap anggaran besar justru terabaikan. Pabrik bioetanol misalnya, itu harus tetap diprioritaskan dan segera direalisasikan,” tegasnya.

Menurut Ratna, keberlanjutan proyek-proyek energi terbarukan seperti bioetanol penting untuk menjaga konsistensi kebijakan energi nasional sekaligus memberikan kepastian kepada investor dan masyarakat.

Ia menambahkan, secara prinsip nuklir termasuk sumber energi rendah emisi dan relatif ramah lingkungan dibandingkan energi fosil. Namun, tata kelola dan manajemen pengembangannya harus benar-benar solid.

“Posisi, teknologi, dan manajemen pengembangannya harus betul-betul bagus. Karena dibandingkan sumber energi lain, nuklir punya risiko besar jika tidak dikelola secara profesional dan disiplin,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa pada tahap awal pemerintah menargetkan pembangunan PLTN berkapasitas 500 megawatt.

“On-grid-nya 2032. Jadi masuk grid 2032 berarti harus sudah commissioning 2032. Ini target tercepat. Nah dari perencanaan nuklir ada 500 megawatt,” ujar Eniya dikutip dari Podcast Bukan Abuleke YouTube Kementerian ESDM, Minggu, 15 Februari 2026.

Eniya juga melaporkan perkembangan pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementation Organization/NEPIO). Menurutnya, regulasi pembentukan NEPIO saat ini tinggal menunggu penandatanganan Presiden. “Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal tunggu turun,” ujar Eniya di kantor Kementerian ESDM belum lama ini.

Setelah Peraturan Presiden tersebut diterbitkan, Kementerian ESDM akan menyusun aturan pelaksana dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen). Dalam Kepmen tersebut akan dibentuk enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas berbeda, mulai dari penentuan lokasi, perizinan, hingga pembiayaan program nuklir.

Pemerintah menargetkan tahapan perencanaan dan regulasi dapat berjalan paralel agar target operasional PLTN pada 2032 dapat tercapai sesuai jadwal.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya