Berita

Sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Puspen TNI)

Pertahanan

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 03:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Satgas Kuala TNI–Jhonlin terus menunjukkan kinerja nyata dalam penanganan sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Progres pengerukan yang dilaksanakan secara bertahap memperlihatkan hasil signifikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah potensi banjir berulang di wilayah tersebut.

Pengerukan sedimentasi di kawasan muara dinilai strategis karena berperan langsung dalam meningkatkan kapasitas tampung air di bagian hilir. 


Dengan berkurangnya endapan lumpur, aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar, sehingga risiko luapan akibat pendangkalan muara yang selama ini kerap memicu genangan di kawasan permukiman dapat ditekan secara signifikan.

Komandan Satgas (Dansatgas) Kuala TNI-Jhonlin Kolonel (Mar) Firman Gunawan menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi difokuskan pada upaya pemulihan fungsi utama sungai agar mampu mengalirkan air secara optimal. 

“Target kita adalah memulihkan fungsi sungai agar lebih dalam dan lebar. Dengan begitu, aliran air akan kembali lancar dan daya tampung sungai meningkat signifikan saat curah hujan tinggi,” ujar Firman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa 17 Februari 2026.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Satgas mengerahkan berbagai alat berat di lokasi Muara Kuala Penaga Lama, di antaranya excavator long arm dan standar berbagai tipe, tugboat, kapal tongkang, hingga dredger. 

Sementara itu, sejumlah alat berat tambahan disiagakan di garasi Tanjung Binjai sebagai cadangan operasional, guna memastikan pengerjaan berjalan efektif dan berkesinambungan.

Selain memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir, normalisasi muara juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Alur pelayaran yang lebih dalam dan terjaga memudahkan kapal keluar masuk tanpa harus menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas. 

Akses yang semakin lancar tersebut berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional, sehingga produktivitas nelayan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir pun semakin terangkat.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya