Berita

Eggi Sudjana. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Eggi Sudjana Mau Buka-bukaan soal TPUA hingga Mengundang Habib Rizieq

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aktivis dan advokat senior Eggi Sudjana menyatakan bakal menyampaikan informasi secara terbuka terkait kondisi dan eksistensi Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya kemelut internal yang terjadi di tubuh organisasi tersebut.

Eggi Sudjana menyebutkan bahwa ia juga akan menjelaskan posisi serta aktivitasnya ke depan dalam dunia aktivisme yang selama ini ia sebut sebagai giat juang.


“Sehubungan dengan kemelut di tubuh TPUA, saya akan menyampaikan informasi secara terbuka terkait eksistensi TPUA, termasuk posisi dan aktivitas saya selanjutnya dalam dunia aktivis,” ujar Eggi Sudjana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 17 Februari 2026.

Penyampaian tersebut akan dikemas dalam bentuk konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung di depan halaman Mabes Polri, Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026.

Eggi Sudjana berharap insan pers dari media arus utama dan media konvensional dapat hadir untuk meliput langsung kegiatan tersebut.

Selain mengundang insan pers, undangan ini turut ditembuskan kepada Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Dr. Habib Rizieq Shihab.

Eggi sebelumnya menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kisruh internal TPUA. Ia justru menyesalkan mengapa dirinya yang terus diserang, bukan langsung pihak yang dituduh.

“Kenapa gue yang diserang? Kenapa enggak Jokowi terus?” kata Eggi dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa, 17 Februari 2026.
  
Bahkan ia membongkar borok di internal TPUA yang kini telah berantakan. Eggi menduga ada ambisi pribadi di balik serangan rekan-rekannya tersebut.

"Dia (Ahmad Khoizinudin) pernah saya dengar dari orang, 'Ya Bang Eggi jangan jadi pemimpin terus dong. Sekali-sekali harus gue jadi imam, dia jadi makmum.' Berarti dia kepengen tampil,” pungkas Eggi mengomentari juniornya tersebut. 

Habib Rizieq Shihab (HRS) sebelumnya mengambil alih mandat kepengurusan sekaligus membekukan seluruh aktivitas TPUA menyusul dinamika internal yang dinilai mengganggu kinerja organisasi tersebut.

Kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar mengatakan, bahwa keputusan itu diambil setelah kliennya sebagai pendiri dan pembina TPUA menerima laporan langsung dari pimpinan organisasi.

"Bahwa klien kami sebagai pendiri dan pembina TPUA telah mengamati secara seksama sekaligus memanggil serta menerima laporan langsung dari Ketua dan Sekjen TPUA terkait dinamika yang terjadi di internal TPUA," kata Aziz kepada RMOL, Senin 16 Februari 2026.
                                           

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya