Berita

Ilustrasi Asam Lambung (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

5 Cara Aman Berpuasa Bagi Penderita Asam Lambung

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 18:00 WIB | OLEH: TIFANI

Puasa Ramadan sering dianggap menjadi tantangan besar bagi penderita asam lambung atau maag. Pasalnya, kondisi lambung yang sensitif dapat lebih mudah kambuh ketika perut kosong terlalu lama, telat makan sahur, atau salah memilih menu berbuka. 

Akibatnya, gejala seperti perut perih, mual, kembung, hingga sensasi panas di ulu hati bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu ibadah serta aktivitas harian. Meski begitu, penderita maag tidak perlu langsung khawatir atau takut untuk berpuasa. 

Selama dilakukan dengan cara yang tepat, puasa justru tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa memicu naiknya asam lambung. Kuncinya ada pada pola makan yang teratur, pemilihan makanan yang aman untuk lambung, pengaturan jam tidur, serta kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan sistem pencernaan.


Lalu, bagaimana cara aman berpuasa bagi penderita asam lambung atau maag agar tidak kambuh selama Ramadan?

Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Asam Lambung

Melansir laman Harvard Health Publishing, berikut beberapa tips aman berpuasa untuk penderita asam lambung atau maag.

1. Jangan Lewatkan Waktu Buka dan Sahur

Penderita asam lambung atau maag sebaiknya tidak melewatkan waktu sahur dan berbuka puasa. Pasalnya, lambung yang dibiarkan kosong terlalu lama dapat memicu produksi asam lambung meningkat dan menimbulkan rasa perih di ulu hati. 

Sahur juga berperan penting untuk menjaga energi tubuh selama berpuasa sekaligus membantu menstabilkan kondisi lambung. Selain itu, berbuka tepat waktu dapat mencegah lambung mengalami iritasi akibat keterlambatan makan setelah seharian kosong.

2. Hindari Beberapa Makanan

Saat berpuasa, penderita maag perlu lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Beberapa jenis makanan dapat memicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi. 

Makanan tersebut dapat memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko heartburn atau sensasi panas di dada. Menu sahur dan berbuka sebaiknya berisi makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna agar lambung tetap nyaman.

3. Hindari Minuman Berkarbonasi

Minuman berkarbonasi sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung saat berbuka maupun sahur. Kandungan gas dalam minuman tersebut dapat menyebabkan perut terasa kembung dan menekan lambung. 

Kondisi ini dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan dan memperparah gejala maag. Selain itu, minuman berkarbonasi juga dapat meningkatkan sendawa berlebihan yang membuat tubuh terasa tidak nyaman saat menjalankan puasa.

4. Hindari Minuman Bersoda

Minuman bersoda termasuk salah satu pantangan bagi penderita asam lambung karena dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan. Soda biasanya mengandung karbonasi serta kadar gula tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. 

Jika dikonsumsi saat perut kosong, minuman ini dapat memicu rasa perih, mual, hingga sensasi terbakar di dada. Karena itu, penderita maag lebih disarankan memilih air putih atau minuman hangat yang lebih aman untuk lambung.

5. Makan Dalam Porsi Kecil

Penderita asam lambung disarankan untuk makan dalam porsi kecil saat berbuka puasa. Makan terlalu banyak sekaligus dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan di dalam perut. 

Kondisi ini dapat memicu refluks asam lambung, terutama jika setelah makan langsung berbaring. Agar lebih aman, penderita maag bisa membagi makan menjadi beberapa tahap, misalnya berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, lalu makan utama setelah salat Magrib.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya