Berita

Ribuan hektar sawah di Grobogan puso akibat banjir. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Ribuan Petani di Grobogan Terancam Gagal Panen Imbas Banjir

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 01:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Banjir akibat cuaca ekstrem merendam sedikitnya 1.842 hektare sawah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ribuan petani terancam gagal panen akibat tanaman padi terendam berhari-hari.

Data sementara Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah mencatat lahan pertanian yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan dan masih dalam proses verifikasi lapangan.

Genangan air dengan ketinggian bervariasi membuat tanaman padi yang memasuki fase vegetatif hingga bunting berisiko mengalami kerusakan serius.


Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) telah diturunkan untuk memantau kondisi tanaman di lapangan.

“Petugas memastikan tingkat kerusakan tanaman. Dalam kondisi terendam, deteksi awal memang cukup sulit karena harus menunggu air surut,” ujar Tavares dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Selasa malam, 17 Februari 2026. 

Menurutnya, apabila genangan berlangsung lebih dari tiga hari, potensi tanaman mati atau puso semakin besar. Akar padi yang terlalu lama terendam dapat membusuk, sementara batang dan daun mengalami klorosis hingga rebah.

Dampak banjir ini tidak hanya mengancam hasil panen petani, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok gabah di wilayah tersebut. Grobogan dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah dengan kontribusi signifikan terhadap pasokan beras regional.

Tahun lalu, Jawa Tengah sempat mencatat luas puso mencapai 35 ribu hektare akibat berbagai faktor bencana hidrometeorologi. Meski tidak berdampak besar terhadap total produksi tahunan, kejadian berulang tetap menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan usaha tani.

Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan luas akhir lahan terdampak dan tingkat kerusakan riil di lapangan. Petani berharap air segera surut agar tanaman yang masih bisa diselamatkan tidak ikut mengalami gagal panen.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya