Berita

Representative Image (Foto: Mehr News)

Dunia

Iran Latihan Militer 24 Jam di Selat Hormuz Jelang Perundingan Nuklir AS

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 11:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Tentara Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menggelar latihan militer intensif di Selat Hormuz. 

Mengutip laporan Anadolu News, Selasa, 17 Februari 2026, latihan berlangsung di jalur pelayaran vital dunia yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, hanya beberapa saat sebelum dimulainya kembali perundingan nuklir antara Teheran dan Washington.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, menyatakan latihan militer dilakukan bersamaan dengan pengawasan intelijen terpadu lintas matra udara, laut, dan darat selama 24 jam di Selat Hormuz.


Ia menegaskan bahwa latihan tersebut bertujuan menjamin keselamatan pelayaran internasional, mengingat lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer melintasi wilayah tersebut setiap hari.

Latihan militer ini juga mencakup wilayah perairan di sekitar pulau-pulau strategis yang oleh Iran disebut sebagai benteng pertahanan. 

Tangsiri menegaskan perlindungan kawasan tersebut merupakan tanggung jawab Angkatan Laut IRGC yang rutin menggelar latihan tahunan guna menjaga stabilitas keamanan regional. 

Ia menambahkan, latihan tahun ini menonjol karena melibatkan manuver taktis serta penggunaan peralatan baru yang sebagian belum pernah diperkenalkan secara resmi.

Latihan bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz” itu digelar di bawah pengawasan langsung Panglima IRGC, Mohammad Pakpour. 

Program tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional unit angkatan laut, mengevaluasi skenario keamanan, serta menilai keunggulan geopolitik Iran di kawasan perairan strategis tersebut.

Manuver militer Iran berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat setelah pengerahan armada militer AS ke kawasan Teluk. 

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana pengiriman kapal induk tambahan, menyusul keberadaan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada kapal perusak yang telah lebih dulu ditempatkan di kawasan tersebut.

Meski ketegangan meningkat, Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan kembali melanjutkan perundingan nuklir di Geneva pada Selasa waktu setempat, 17 Februari 2026 dengan mediasi Oman, setelah diplomasi tidak langsung sebelumnya sempat digelar di Muscat. 

Perundingan ini menjadi momentum penting setelah negosiasi sempat terhenti selama delapan bulan akibat konflik militer antara Iran dan Israel yang memicu perang singkat selama 12 hari.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya