Berita

Arus mudik ke China selama Festival Musim Semi 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CCTV China)

Dunia

Arus Mudik Terbesar di Dunia: 9,5 Miliar Perjalanan Warnai Imlek China

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China berharap libur panjang Tahun Baru Imlek tahun ini menjadi motor penggerak ekonomi, seiring dimulainya arus mudik tahunan terbesar di dunia.

Dikutip dari laporan The Guardian, Selasa, 17 Februari 2026, otoritas memperkirakan sekitar 9,5 miliar perjalanan penumpang terjadi selama periode Festival Musim Semi yang berlangsung 40 hari. Angka ini meningkat dari sekitar 9 miliar perjalanan pada tahun lalu, ketika ratusan juta warga pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga.

Meski China tidak lagi menjadi negara dengan populasi terbesar sejak posisinya diambil alih oleh India pada 2023, fenomena chunyun atau mudik Imlek tetap menjadi migrasi massal terbesar di dunia.


Tahun ini, libur resmi Imlek diperpanjang menjadi sembilan hari, dari 15 hingga 23 Februari, dengan Hari Tahun Baru jatuh pada 17 Februari. Perpanjangan masa libur ini memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk beristirahat, bersilaturahmi, serta berbagi hongbao atau amplop merah berisi uang.

China kini memasuki Tahun Kuda, yang melambangkan optimisme dan peluang, setelah sebelumnya melewati Tahun Ular yang dikaitkan dengan transformasi. Pemerintah pusat berharap semangat tersebut sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi. Untuk mendorong konsumsi, pemerintah menyiapkan lebih dari 360 juta yuan dalam bentuk voucher belanja sepanjang Februari. Pemerintah daerah juga menggelar berbagai kegiatan budaya dan pariwisata guna meningkatkan daya tarik wisata domestik.

Namun, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan masih terbatas.

“Imlek memang memberi dorongan besar bagi sektor ritel dan layanan konsumen, tetapi secara makro ekonomi China masih dibayangi kecenderungan rumah tangga yang menabung sekitar sepertiga pendapatan mereka. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi masih banyak ditopang oleh ekspor,” ujar George Magnus dari University of Oxford.

Data tahun lalu menunjukkan penjualan ritel nasional hanya tumbuh 3,7 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 5 persen. Karena itu, peningkatan permintaan domestik diperkirakan menjadi prioritas utama dalam rencana lima tahun berikutnya yang akan disahkan pada Maret mendatang. 

Pemerintah juga menargetkan penguatan sektor jasa, seperti perawatan lansia, hiburan, dan kesehatan, yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan besar.

Perayaan Imlek turut mendongkrak industri hiburan. Tahun lalu, film animasi Ne Zha 2 mencetak rekor dengan pendapatan lebih dari 14 miliar yuan. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada film komedi-aksi Pegasus 3 dan sejumlah judul lainnya, meski belum dapat dipastikan apakah mampu mengulang kesuksesan serupa.

Di sisi lain, berbagai layanan unik juga bermunculan. Platform kurir UU Paotui sempat menawarkan jasa “kunjungan Imlek perantara”, sebelum akhirnya menarik layanan tersebut karena menuai kritik dari publik.

Dengan jalan-jalan di Beijing kembali dipenuhi dekorasi cahaya dan jutaan orang bergerak pulang kampung, pemerintah berharap semangat Tahun Baru Imlek kali ini benar-benar mampu menggerakkan roda ekonomi, meski tantangan struktural masih membayangi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya