Berita

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Pelaku Usaha Sambut Baik Langkah Presiden Tertibkan Praktik Goreng Saham

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tindakan tegas Presiden Prabowo Subianto saat merespons laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas adanya praktik goreng saham di pasar modal Indonesia disambut baik oleh para pelaku usaha.

Salah satunya Mintarsih, seorang pengusaha dan pemilik saham Blue Bird yang pernah menjadi korban dalam praktik goreng saham. 

Ia mengendus bahwa selama ini ada yang tidak beres dengan  otoritas pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI)


“Maka sekali terungkap adanya goreng saham atau penghilangan saham orang-orang yang memang memiliki hak, lalu kemudian perusahaan dipaksakan IPO, pastinya akan sampai ke Presiden. Jadinya wajar jika Presiden Prabowo marah," ungkap Mintarsih dalam pesan elektronik yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 16 Februari 2026.

Lanjut dia, tumbuh kembang dan majunya perekonomian suatu negara ekonomi diukur dengan kondisi pasar modal. 

"Ekonomi makro tentunya erat dengan banyak perusahaan asing, negara-negara atau individu tertentu (pengusaha) yang menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Seperti yang saya baca berbagai masalah tersebut itu sudah ada peringatan dari MSCI, ini juga yang menambah marahnya Presiden Prabowo,” pungkasnya. 
 
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya marah besar menyusul peringatan MSCI terkait transparansi pasar modal Indonesia beberapa waktu lalu. Pasalnya, peringatan tersebut memicu jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo menyebut ada beberapa pejabat di lembaga otoritas pasar modal yang akhirnya diminta mengundurkan diri. Desakan pengunduran diri ini juga imbas dari ketidaktransparanan di otoritas pasar modal.
 
"Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Ada alasannya, yaitu antara lain karena tidak ada transparansi," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.
 
Dijelaskan Hashim, kemarahan Prabowo bukan hanya terkait dengan transparansi pasar modal. Lebih dari itu, peringatan MSCI dianggap berpotensi mencoreng kehormatan negara. 

"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," tegasnya.
 
Selain itu, anjloknya IHSG saat ini dianggap sangat merugikan investor ritel. Reputasi OJK dan BEI juga turut dipertaruhkan imbas persoalan tersebut.

“Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting," tandas Hashim.
 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya