Berita

Pengamat politik Rocky Gerung (kanan) dalam Public Lecture Series 002 di Embung Giwangan, Yogyakarta, Senin, 16 Februari 2026. (Foto: Dokumentasi PDIP)

Politik

Rocky Gerung Singgung Tukang Kayu jadi Tahanan hingga ‘Tut Wuri Malsuin Ijazah’

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 23:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah kritik tajam dilontarkan pengamat politik Rocky Gerung dalam forum Public Lecture Series 002 yang digelar Pandu Negeri di Embung Giwangan, Yogyakarta, Senin, 16 Februari 2026.

Mengawali paparannya, Rocky menyelipkan satire.

“Tongkat kayu dan batu jadi tanaman... Tukang kayu sebentar lagi jadi tahanan,” ujarnya di hadapan peserta diskusi yang didominasi mahasiswa dan pelajar.


Rocky kemudian menyoroti kebijakan anggaran pendidikan. Ia menyinggung amanat alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan yang dinilai tidak sepenuhnya terealisasi sesuai tujuan awal.

"Normanya adalah 20 persen untuk pendidikan. Faktanya? Diambil untuk Dana Desa. Dana Desa pindah jadi Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG berubah jadi kaus. Kaus pindah ke UNICEF sebagai laporan stunting. It is a crime! Itu pelanggaran hak,” tegasnya. 

Pakar filsafat dari Universitas Indonesia (UI) itu juga menyinggung situasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam konteks warisan kebijakan sebelumnya.

Rocky mengibaratkan kondisi Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang terendam air kotor hingga sedagu. 

“Dua senti saja Prabowo menunduk, air kotor sepuluh tahun itu masuk ke hidungnya. Tenggelam dia,” ujarnya.

Dalam sesi tanggapan, Otniel Rahadianta Sembiring dari Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) Yogyakarta pun menyampaikan kegelisahan pelajar.

"Kami sebagai generasi baru seharusnya membawa ide-ide baru ke dalam demokrasi, tetapi kami dibungkam semena-mena. Sistem yang ada terlalu rigid bagi kami,” ungkapnya.

Lalu, Ketua MGMP Bahasa Inggris DIY, Ismi Fajarsih, pun turut mengkritik perubahan kebijakan pendidikan yang dinilai sering tidak berbasis kajian mendalam.

"Kita itu sukanya kasih parasetamol, memberikan masking effect. Penyakitnya hilang sebentar, tapi kita tidak tahu sebab aslinya apa," ujarnya.

Semantara itu, Ekonom Rimawan Pradiptyo dalam forum yang sama menyinggung fenomena institutional decay atau pelemahan kelembagaan.

Lantas, Rocky kembali menyentil praktik di dunia pendidikan.

Ia membandingkan pendidikan di Prancis yang lahir dari solidaritas manusia pasca-Revolusi Prancis saat kepala Raja Louis dipenggal untuk membuktikan kekuasaan di tangan rakyat dengan Indonesia yang masih terjebak feodalisme. 

“Di Indonesia, yang terjadi bukan Ing Ngarso Sung Tulodo, tapi Ing Ngarso Sung Korupsi. Bukan Tut Wuri Handayani, tapi Tut Wuri Malsuin Ijazah," sindir Rocky.

Selanjutnya, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga hadir sebagai pembicara. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menjalankan kebijakan publik.

"Masyarakat sudah tahu buang air di sungai itu bikin mencret, infrastruktur jamban sudah dibangun, tapi mereka tetap ke sungai. Kenapa? Karena otaknya sudah paham, tapi pantatnya belum paham kalau belum kecelup air sungai," ujar Hasto disambut tawa hadirin.

Forum ini dipandu Aryo Seno Bagaskoro dari Pandu Negeri. Sebelum diskusi, Seno bersama rombongan melakukan kunjungan ke Pendopo Agung Taman Siswa untuk menelusuri jejak perjuangan Ki Hajar Dewantara.

“Pendidikan itu adalah membangun manusia, bukan soal bagaimana pendidikan itu dikapitalisasi atau diprivatisasi. Kami ingin memastikan esensi pendidikan yang memerdekakan tetap terjaga,” ujar Seno.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya