Berita

Mohamad Sobary. (Foto: Istimewa)

Politik

Kapasitas Jokowi Dinilai Gagal Memanggul Idealisme Rakyat

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 22:22 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Mantan Presiden Joko Widodo tidak memiliki kapasitas yang memadai sebagai kepala negara. 

Penilaian itu disampaikan budayawan sekaligus ilmuwan senior Mohamad Sobary dalam pernyataan terbarunya di kanal YouTube Forum Keadilan TV, 16 Februari 2026.

Sobary mengatakan kekecewaannya berangkat dari idealisme yang dulu ia sematkan kepada Jokowi sebagai representasi rakyat kecil dan antitesis dari kepemimpinan elite.


Namun, harapan tersebut dinilainya tidak terwujud, bahkan menyimpang jauh dari gagasan awal yang membuat banyak kalangan intelektual memberikan dukungan. 

"Ternyata beliau tidak seperti itu. Beliau menipu berjuta-juta rakyat Indonesia," kata Sobary.

Ia menegaskan ada perbedaan mendasar antara kepala pemerintahan dan kepala negara. Menurut Sobary, Jokowi masih bisa menjalankan fungsi teknis pemerintahan, tetapi gagal memenuhi syarat kepemimpinan negara secara utuh. 

"Jokowi tidak bisa menjadi kepala negara. Nalar politiknya tidak cukup, wawasan global politiknya tidak cukup, dan wawasan kemanusiaannya sama sekali tidak cukup untuk menjadi kepala negara," tegasnya.

Sobary juga mengkritik pola kepemimpinan yang dinilainya terlalu terpusat pada agenda presiden, hingga mengaburkan fungsi para menteri dan memicu penyimpangan kebijakan. 

"Menteri-menteri itu bukan punya agenda menteri, tapi agenda presiden. Itu artinya sumber penyimpangannya ada di dia," ujarnya.

Sebagai latar, Sobary sebelumnya sempat hadir di Mapolda Metro Jaya sebagai saksi meringankan dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi. 

Namun ia menegaskan, pernyataan terbarunya merupakan refleksi intelektual atas kapasitas kepemimpinan Jokowi sebagai kepala negara, bukan terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya