Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, M. Putrautama (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNN Indonesia)

Bisnis

Ekonomi 2026: Optimisme Pemerintah dan Catatan Kritis Soal Investasi

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah menggelar forum Indonesia Economic Outlook 2026 di tengah sorotan lembaga pemeringkat Moody's yang menurunkan outlook kredit Indonesia. Meski demikian, data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. 

Lalu, ke mana arah ekonomi Indonesia pada 2026?

Direktur Eksekutif INDEF, Ester Sri Astuti, menangkap optimisme kuat dari Presiden Prabowo Subianto. 


“Saya menangkap pesan bahwa Indonesia digambarkan sebagai ‘raksasa yang tertidur’ dan diharapkan bangkit kembali,” ujarnya dalam sebuah forum diskusi, dikutip redaksi di Jakarta, dari tayangan CNN Indonesia, Senin 16 Februari 2026/

Sejumlah program prioritas seperti makan bergizi gratis, Danantara, serta Koperasi Merah Putih disebut sebagai motor penggerak pertumbuhan. Namun ia mengingatkan, struktur ekonomi masih terlalu bergantung pada konsumsi rumah tangga.

“Ke depan, seharusnya tidak hanya konsumsi yang didorong, tetapi juga investasi dan ekspor,” tegasnya.

Menurut Ester, program makan bergizi gratis memang berdampak positif secara makro, tetapi efeknya relatif kecil dan bersifat transisional. Tantangan lebih besar ada pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan kesiapan desa untuk masuk ke rantai ekspor. 

Ia juga menyoroti persoalan klasik yang belum sepenuhnya tuntas, yakni perizinan. 

“Ada investor yang mengurus izin sampai dua tahun dengan sekitar 64 jenis izin,” katanya, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta insentif investasi yang lebih spesifik.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, M. Putrautama dalam forum yang sama, menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal sudah jelas; realokasi anggaran, bukan penambahan utang. 

“Pemerintah melakukan realokasi anggaran, bukan menambah utang, dari belanja yang kurang produktif seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, lalu dialihkan ke program yang langsung menyasar masyarakat,” ujarnya. 

Ia memaparkan dana efisiensi yang berkisar Rp308 triliun diarahkan ke program prioritas seperti makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Koperasi Desa Merah Putih.

Ia menyebut program tersebut dirancang menciptakan multiplier effect. 

“Program ini bukan hanya soal gizi SDM, tapi juga ekonomi, karena ada rantai pasok, penciptaan kerja, dan perputaran uang di daerah,” jelasnya. 

Pemerintah juga menargetkan produktivitas tangkap ikan di Kampung Nelayan Merah Putih bisa naik hingga 4-5 kali lipat, dengan dukungan tenaga pendamping seperti analis bisnis dan akuntan.

Menanggapi outlook negatif dari Moody’s, Putrautama menekankan disiplin fiskal tetap dijaga. Defisit APBN 2025 berada di kisaran 2,92 persen terhadap PDB dan ditargetkan turun menjadi sekitar 2,6 persen pada 2026. Hilirisasi dan proyek besar, katanya, tidak mengandalkan APBN, melainkan investasi Danantara dan swasta.

Diskusi ini menunjukkan optimisme pemerintah tetap terjaga, namun catatan kritis soal investasi, perizinan, dan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah. 

Di tengah pertumbuhan 5,11 persen, arah ekonomi 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga disiplin fiskal sekaligus membangun kepercayaan investor.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya