Berita

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) meluncurkan “Buku Putih MKI” di Jakarta. (Foto: Dok. MKI)

Nusantara

Buku Putih MKI Soroti Risiko Krisis Listrik di Tengah Transisi Energi

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 21:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) meluncurkan Buku Putih MKI sebagai dokumen strategis berisi rekomendasi kebijakan komprehensif untuk mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060. 

Dokumen ini disiapkan sebagai panduan menghadapi tantangan ketenagalistrikan sekaligus mendukung visi asta cita pemerintah.

Buku Putih tersebut selaras dengan target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 100 GigaWatt, dengan 75 persen di antaranya direncanakan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT). 


MKI merumuskan strategi tersebut dalam lima fokus utama, yakni perencanaan sistem, pembiayaan, regulasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Analisis Buku Putih menunjukkan potensi hambatan pasokan akibat bottleneck infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara," kata Koordinator Dewan Pakar MKI, Bambang Praptono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia mengingatkan potensi risiko krisis listrik jangka pendek apabila terjadi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, terutama jika implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tidak berjalan sesuai target.

Karena itu, MKI merekomendasikan agar pelaksanaan proyek dilakukan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu, dengan dukungan tim khusus yang kuat.

MKI juga mendorong percepatan pembangunan pembangkit EBT yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi smart grid, serta pembangunan super grid nasional memperkuat interkoneksi sistem kelistrikan.

Selain aspek infrastruktur dan teknologi, MKI memproyeksikan potensi terciptanya 4,4 juta lapangan kerja hijau (green jobs) tahun 2030 di sektor ketenagalistrikan. Ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi sektor pendidikan vokasi dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten.

Di bidang keuangan, kebutuhan investasi pengembangan EBT diperkirakan mencapai 235 miliar Dolar AS hingga 2040. Sementara dari sisi regulasi, MKI mendorong harmonisasi aturan ketenagalistrikan serta pembentukan badan pengatur independen.

"Peluncuran Buku Putih ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga prinsip trilema energi: keamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Dokumen tersebut kini tersedia dalam format digital melalui situs resmi MKI," pungkas Bambang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya