Berita

Menlu Kanada Anita Anand (Foto: The Mint)

Dunia

Kanada Minta Iran Ganti Pemimpin Atau Sanksi Ditambah

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 16:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kanada secara terbuka mendorong terjadinya pergantian kepemimpinan di Iran, seiring memburuknya situasi hak asasi manusia setelah penindakan keras terhadap demonstrasi nasional anti-pemerintah yang menewaskan ribuan orang. 

Sikap tegas itu disampaikan Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand saat berada di Munich Security Conference Jerman, seperti dikutip dari The Globe and Mail, Minggu, 15 Februari 2026.

Anand menegaskan Ottawa tidak akan membuka kembali hubungan diplomatik dengan Teheran tanpa perubahan rezim.


“Kami tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Iran kecuali terjadi perubahan rezim. Titik," ujarnya. 

Hubungan diplomatik Kanada-Iran sendiri telah diputus sejak 2012 oleh pemerintahan Perdana Menteri Stephen Harper karena catatan pelanggaran HAM Iran.

Selain pernyataan politik tersebut, Anand juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap tujuh individu yang disebut berkaitan dengan badan-badan negara Iran yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan penindasan transnasional yang menargetkan para pembangkang dan pembela hak asasi manusia Iran.

"Rezim Iran yang represif harus menghentikan pelanggaran hak asasi manusia Iran yang konsisten dan ilegal, termasuk dengan menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional," tegasnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford.

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan terkait program pengayaan nuklir, bahkan menyebut pergantian rezim sebagai hal terbaik yang bisa terjadi.

Sejak hubungan diplomatik diputus, Kanada telah memberlakukan berbagai sanksi, pembatasan perdagangan, serta menempuh langkah hukum internasional terhadap Iran terkait penembakan jatuh pesawat penumpang yang menewaskan puluhan warga Kanada. 

Tekanan dari diaspora Iran di Kanada, yang berjumlah sekitar 300 ribu orang, juga terus menguat agar Ottawa mendorong perubahan politik di Teheran.

Situasi HAM di Iran kian menjadi sorotan setelah lembaga HAM berbasis AS melaporkan sedikitnya 7.005 orang tewas dalam gelombang protes, meski pemerintah Iran hanya mengakui 3.117 korban. 

Terbaru, peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dijatuhi hukuman tambahan lebih dari tujuh tahun penjara usai melakukan mogok makan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya