Berita

Yuvray Narayan. (Foto: X/@FrameTheGlobe)

Global

Dokumen Epstein Seret Nama Ahmed bin Sulayem, DP World Tunjuk Bos Baru

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 20:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Raksasa operator pelabuhan dan logistik global asal Dubai, DP World, resmi menunjuk Yuvraj Narayan sebagai CEO Grup yang baru. 

Penunjukan ini dilakukan menyusul mundurnya Sultan Ahmed bin Sulayem setelah namanya muncul dalam dokumen-dokumen yang baru dirilis terkait kasus mendiang Jeffrey Epstein.

Dalam dokumen Epstein, nama Ahmed bin Sulayem disebut muncul ribuan kali. Epstein bahkan menggambarkannya sebagai sosok yang lucu, terpelajar, ahli, dan sahabat terbaik.


Rangkaian pesan antara keduanya menunjukkan hubungan yang berlangsung lama. Isi komunikasi itu disebut mencakup percakapan bernada misoginis, materi seksual eksplisit, hingga pembahasan rencana bisnis.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) sendiri telah kembali membuka nama-nama yang sebelumnya disamarkan. Dalam laporan terbaru tersebut, terdapat enam pria yang disorot, termasuk Ahmed bin Sulayem.

Hubungan komunikasi antara keduanya disebut terjalin setidaknya selama satu dekade. Kontak bahkan masih terjadi pada September 2009, tak lama setelah Epstein mengaku bersalah atas kasus prostitusi anak.

Dokumen tersebut kemudian memicu tekanan publik. Kemunculan namanya dinilai cukup sensitif bagi reputasi perusahaan.

Dalam pernyataan resmi, DP World mengumumkan Narayan akan menjabat sebagai CEO Grup. Yuvraj Narayan merupakan akuntan publik bersertifikat keturunan India yang telah berkarier lebih dari dua dekade di DP World. 

Ia bergabung pada 2004 dan setahun kemudian dipercaya sebagai Chief Financial Officer (CFO) Grup, sebagaimana tercantum di situs resmi perusahaan.

Sepanjang kariernya, Narayan berperan besar dalam merancang strategi keuangan hingga ekspansi internasional perusahaan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya