Berita

Aplikasi Pinterest (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Pinterest Ambles Tertekan Dampak Tarif

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 10:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Pinterest ambles hampir 17 persen pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, setelah perusahaan media sosial itu melaporkan kinerja kuartal IV yang berada di bawah ekspektasi pasar. 

Manajemen menyebut tekanan tarif membuat para peritel besar memangkas belanja iklan, sehingga memukul pendapatan perusahaan.

Dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu 14 Februari 2026, pendapatan kuartal IV tercatat sebesar 1,32 miliar Dolar AS, sedikit di bawah perkiraan analis 1,33 miliar Dolar AS. Laba bersih juga merosot tajam 85 persen menjadi 277 juta Dolar AS, dari 1,85 miliar Dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Sementara EBITDA (indikator keuangan yang mengukur laba operasional perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) hanya mencapai 541,5 juta Dolar AS, lebih rendah dari proyeksi 550 juta Dolar AS.

Untuk kuartal pertama 2026, Pinterest memproyeksikan penjualan di kisaran 951-971 juta Dolar AS, juga di bawah estimasi analis sekitar 980 juta Dolar AS.

CEO Pinterest, Bill Ready, mengatakan perusahaan sedang menyerap guncangan eksternal terkait tarif dan mengakui bisnisnya lebih rentan karena basis pengiklan yang didominasi peritel besar.

“Proporsi peritel besar kami yang tinggi dibandingkan beberapa pesaing telah menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kami,” ujar Ready.

Selain tekanan pendapatan, Pinterest sebelumnya juga mengumumkan rencana pemangkasan kurang dari 15 persen karyawan serta pengurangan ruang kantor. Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan kecerdasan buatan (AI), dengan fokus pada produk dan kapabilitas berbasis AI.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya