Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Dunia

Malaysia Pasang Kawat Berduri di Jalur Ilegal Perbatasan Thailand

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Malaysia mulai memasang pagar kawat berduri di sejumlah jalur ilegal sepanjang perbatasan sungai dengan Thailand. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyelundupan serta berbagai kejahatan lintas negara yang selama ini marak terjadi di kawasan tersebut.

Pemasangan tahap awal dilakukan oleh polisi negara bagian Kelantan, sepanjang 1,5 kilometer dari Rantau Panjang hingga Pos Ibrahim Pencen. Wilayah ini berhadapan langsung dengan Provinsi Narathiwat di Thailand, dipisahkan oleh Sungai Sungai Golok.

Kepala Kepolisian Kelantan, Mohd Yusoff Mamat, mengatakan pagar tersebut akan dipasang di puluhan jalur tikus yang sebelumnya sudah ditutup aparat.


“Kawat berduri ini akan dipasang di 26 jalur ilegal yang sebelumnya telah dihancurkan oleh aparat keamanan,” ujarnya, dikutip dari Bangkok Post, Sabtu 14 Februari 2026.

Proyek ini menelan biaya sekitar 100.000 Ringgit dan dibiayai penuh oleh pemerintah Malaysia. Pekerjaan ditargetkan rampung sebelum Ramadan, yang diperkirakan mulai pertengahan Februari ini.

Selain memasang pagar, otoritas Malaysia juga telah membongkar dermaga dan akses ilegal di sepanjang sungai untuk memberantas penyelundupan, perdagangan manusia, narkoba, serta kejahatan lintas batas lainnya. 

Pemerintah negara bagian sempat mengusulkan pembangunan tembok beton, namun pemerintah pusat memilih pendekatan berbasis teknologi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya