Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Foto: RMOLJateng/Daffa RK)

Nusantara

Pemprov Jateng Janjikan Diskon Usai Heboh Kenaikan Pajak Kendaraan 2026

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 03:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons keluhan warga yang terkejut dengan kenaikan pajak kendaraan yang harus dibayar. Diskon sebesar 5 persen bakal diterapkan untuk memberi keringanan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat jumpa pers di kantor Pemprov Jateng. 

Ia menjelaskan sebenarnya tidak ada kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) di dari tahun 2025 ke 2026. Namun di tahun 2025 ada diskon yang diberikan sehingga ketika tidak ada diskon di tahun 2026, masyarakat bisa membayar penuh.


"Di 2025 kita menerapkan kebijakan relaksasi program merah putih dengan diskon 13,94 persen dan itu berlaku Januari sampai Maret setelah April sampai Desember secara tarif sesuai dengan Perda pajak daerah," kata Sumarno dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Gubernur Jawa tengah, Ahmad Luthfi menanggapi respons masyarakat soal pajak kendaraan akhir-akhir ini. Sumarno kemudian menjelaskan Gubernur meminta agar dilakukan kajian relaksasi pajak.

"Untuk sementara kita diminta mengkaji dan masih berproses. Secara alternatif bahwa kita kemungkinan akan memberikan diskon juga di tahun 2026," jelasnya.

Sumarno menyebut untuk diskon tahun ini kemungkinan besarnya tidak sama dengan tahun 2025. Diskon yang akan diberikan 2026 sebesar 5 persen. Untuk kapan diterapkan masih dalam pembahasan.

"Besarannya tidak sama di tahun 2025 kurang lebih sebesar 5 persen. Kalau 2025 itu 13,94 persen. Nanti besaran dengan kendaraan yang sama jika dibanding DKI dan Jawa Barat kita di bawahnya," tegasnya.

Ia juga menjelaskan soal Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Upaya relaksasi juga dibahas untuk diberikan kepada kendaraan baru.

"Kalau kendaraan baru ada BBNKB dan PKB, kalau kendaraan lama BBNKB nol, tapi PKB tetap dikenakan, kalau kebijakan yang disetujui Pak Gubernur, maka kendaraan baru akan saat relaksasi. Kajian-kajian juga melihat daya beli masyarakat, kondisi sosial ekonomi," pungkas Sumarno.

Untuk diketahui, masyarakat Jawa Tengah yang membayar pajak kendaraan tahun ini terkejut dengan jumlah yang dibayar. Bagi pemilik mobil, pajak yang dibayarkan cukup berasa.

Kepala Bapenda Jateng, Muhammad Masrofi sebelumnya menjelaskan tidak ada kenaikan tarif PKB pada di tahun 2026. Kenaikan pajak sebenarnya sudah berlaku sejak Januari 2025 mengikuti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya