Kelompok Petani Laoli menolak rencana relokasi lahan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. (Foto: Dok. Pribadi)
Kelompok Petani Laoli menolak rencana relokasi lahan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. (Foto: Dok. Pribadi)
Warga setempat mengaku telah menguasai dan mengelola lahan tersebut sejak tahun 1998. Bahkan sebagian warga mengklaim telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta mengantongi Surat Keterangan Tanah (SKT).
“Kami sudah bayar pajak ke Pemda. Ada juga yang punya SKT tapi sekarang dianggap tidak berlaku,” kritik Ancong Taruna Negara, warga setempat yang tergabung dalam kelompok Petani Laoli dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Populer
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40
Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41
UPDATE
Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57
Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36
Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19
Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57
Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32
Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10
Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01
Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54
Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28
Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07