Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 16:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengumpulkan video berisi ejekan dan prediksi kegagalan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggapi Analis komunikasi politik, Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensat itu, kritik publik bukanlah faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah program pemerintah.

Hendri menilai Presiden Prabowo memang memiliki banyak program yang baik di atas kertas. Namun, yang terpenting adalah memastikan program tersebut benar-benar berdampak positif bagi masyarakat luas.


“Prabowo programnya banyak, semoga hasilnya ada dan dampak programnya berkualitas bagus. Bikin dan meluncurkan program itu mudah, beneran deh… tapi akankah berdampak positif buat rakyat banyak? Nah belum tentu,” ujarnya kepada RMOL, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menegaskan, seluruh program pada dasarnya memiliki tujuan baik. Namun publik berhak menilai dari sisi dampak dan implementasinya.

Terkait pernyataan Presiden yang meminta Kepala KSP, Qodari, mengumpulkan video kritik terhadap MBG, Hendri berpandangan bahwa kritik tidak akan membuat program gagal. Justru faktor internal pemerintahan menjadi kunci utama.

“Kan Pak Presiden bilang, coba Qodari kumpulkan semua video yang katanya kita gagal bikin MBG. Yang bikin MBG gagal bukan kritikan rakyat. Yang bikin gagal itu internalnya. Internalnya harus solid makanya, jangan ribut sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dinamika antarpejabat di ruang publik yang dinilai bisa memengaruhi persepsi dan efektivitas program. Bahkan ada antar menteri yang terang-terangan bersitegang. 

“Jadi kritik biarin aja, cuma kesolidan tim itu yang penting. Tugas rakyat mengkritik supaya programnya jalan, hasilnya bagus,” tambah Hendri.

Sebelumnya Presiden Prabowo saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, menyampaikan bahwa program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Ia bahkan menyebut capaian tersebut setara dengan memberi makan populasi Afrika Selatan dalam sehari.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku kerap mendapat ejekan dan prediksi kegagalan dari sejumlah kalangan, termasuk akademisi. Ia meminta agar seluruh rekaman kritik tersebut dihimpun sebagai arsip digital.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya