Berita

Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC). (Foto: Istimewa)

Bisnis

JTCC Berperan Strategis dalam Sistem Logistik Nasional

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 02:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung efisiensi biaya logistik nasional sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR2).

Jalan tol sepanjang 34,76 km yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok ini dikelola oleh salah satu entitas di bawah Pelindo Group, PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), yang berlaku sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang hak konsesi Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

CTP telah menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikan secara penuh JTCC sejak tahun 2023. Pada tahun kedua setelah beroperasi penuh, JTCC tersambung dengan JORR2, dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan memberikan alternatif rute yang lebih banyak bagi pengguna jalan. 


Keberadaan JTCC memiliki peran strategis dalam sistem logistik nasional, khususnya sebagai penghubung utama antara kawasan industri di wilayah timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan terbesar Indonesia. Dengan konektivitas ini, JTCC diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik secara signifikan. 

“Saat ini kami tengah mengupayakan adanya integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta," kata Plt. Direktur Utama CTP, Erwan Dwi Winanto melalui siaran persnya, dikutip Jumat 13 Februari 2026.

Erwan mengatakan, hal ini bertujuan untuk memperluas aksesibilitas JTCC bagi masyarakat dan pelaku usaha juga untuk menciptakan tarif JTCC yang kompetitif untuk mendukung efisiensi logistik.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menegaskan bahwa integrasi koridor wilayah logistik menjadi kunci dalam menciptakan sistem jalur logistik yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.

“Integrasi ini tidak hanya akan meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang bagi penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” kata Mahendra.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya