Berita

Rumah layak huni di Sangkrah, Surakarta. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Investasi di Sektor Perumahan Punya Multiplier Effect dan Genjot PDB

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 18:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Investasi senilai Rp1 triliun di sektor perumahan diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp1,9 triliun. 

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo. 

Menurutnya, sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang akan memicu aktivitas ekonomi di berbagai sektor lain.


"Berdasarkan kajian DTS Indonesia, lembaga independen, sektor perumahan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda yang signifikan dengan multiplier effect sebanyak 1,86 kali, memicu aktivitas di berbagai sektor lainnya. Setiap investasi Rp1 triliun akan mendapatkan PDB sebesar Rp1,9 triliun," ujar Ananta di Surakarta, Jawa Tengah pada Kamis, 12 Februari 2026.

Melihat besarnya dampak tersebut, SMF mendorong penguatan pembangunan perumahan, termasuk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR yang salah satunya dilakukan di pemukiman kumuh untuk masyarakat desil dua kebawah.

"Sehingga, program TJSL meningkatkan kualitas rumah di daerah kumuh merupakan salah satu solusi yang dapat dilaksanakan untuk menekan backlog kelayakan hunian, program ini juga memberikan dampak pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Selain mengurangi backlog perumahan, program ini juga diklaim mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan (SDGs 1), kehidupan sehat dan sejahtera (SDGs 3), akses air bersih dan sanitasi layak (SDGs 6), hingga kota dan permukiman berkelanjutan (SDGs 11).

Namun demikian, penanganan kawasan kumuh dinilai tidak cukup jika dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan terpadu yang dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur lingkungan oleh pemerintah daerah, mulai dari sanitasi, drainase hingga akses dasar lainnya.

"Ke depannya SMF akan terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia likuiditas pembiayaan perumahan tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan daerah dalam memastikan bahwa pembangunan perumahan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat," tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya