Berita

Forum internasional Board of Peace yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Setneg)

Politik

Indonesia Jangan Terjebak Dominasi AS–Israel dalam BoP

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu tidaklah memberikan dukungan buta terhadap kebijakan masuknya Indonesia dalam Board of Peace (BOP).

Hal ini disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, sebagai klarifikasi resmi kelembagaan atas informasi yang simpang siur terkait posisi dan sikap MUI terhadap keterlibatan Indonesia dalam BOP pascapertemuan Presiden dengan sejumlah tokoh ormas Islam.

“Tidak ada kata mendukung, namun juga tidak ada kata tidak mendukung—melainkan sebuah sikap kritis yang didasari pada fakta di lapangan,” tegasnya lewat keterangan resminya, Kamis, 12 Februari 2026.


Saat ini, MUI tengah membentuk tim khusus untuk melakukan riset mendalam mengenai situasi di Gaza pasca-pembentukan BOP. Tim yang terdiri dari pakar dan kaum muda ini bertugas menghimpun data otoritatif terkait dugaan pembiaran genosida yang terus berlangsung.

Data ini nantinya akan menjadi dasar policy brief atau rekomendasi moral resmi yang akan diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo sebagai panduan kebijakan luar negeri Indonesia.

“Langkah tegas ini diambil untuk meluruskan konklusi media yang dianggap prematur dalam menyimpulkan sikap ulama,” tegasnya. 

Secara tajam, Prof Sudarnoto pun menyebut istilah “Peace” dalam Board of Peace tersebut hanyalah kamuflase politik dan rekayasa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.

Menurutnya, serangan yang terus terjadi di Gaza membuktikan bahwa Israel dan Amerika Serikat tidak memiliki niat tulus untuk perdamaian. 

“Keterlibatan Indonesia dalam badan tersebut memiliki risiko tinggi jika tidak dibarengi dengan komitmen nyata untuk kemerdekaan Palestina yang berdaulat,” kata dia.

MUI juga memperingatkan, jika Israel terus melakukan agresi dan tidak menunjukkan komitmen damai, maka Indonesia harus memiliki keberanian untuk mundur dari badan tersebut.

“Fokus utama MUI tetap satu, memastikan Indonesia tidak terjebak dalam hegemoni global yang merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya