Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Sejumlah menteri sektor ekonomi Kabinet Merah Putih berdatangan ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 11 Februari 2026.
Rapat tersebut digelar sehari setelah Kepala Negara melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah taipan di Hambalang, Bogor.
Para pejabat mulai berdatangan hadir sejak pukul 13.00 WIB di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Turut hadir pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Airlangga belum mengungkap secara rinci materi ratas dengan presiden. Saat dikonfirmasi apakah rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pengusaha di Hambalang, Menko hanya menjawab singkat.
“Kita tunggu aja nanti yang di dalam," kata Airlangga jelang rapat.
Ketika ditanya terkait isi pertemuan Presiden dengan para Taipan di Hambalang, Airlangga menegaskan bahwa pembahasan berfokus pada sektor ekonomi.
“Yang pasti bahas ekonomi. Apanya nanti kita dengar dari bapak langsung," kata dia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan hal serupa. Ia menyatakan agenda rapat akan disampaikan setelah pertemuan selesai digelar.
“Hari ini ada rapat ya sama Bapak Presiden. Agendanya nanti setelah kita rapat, baru saya akan kabari,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengindikasikan bahwa sektor pangan menjadi salah satu materi yang akan dilaporkan kepada Presiden.
Ia menyebut progres produksi sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian utama pemerintah.
“Proges pangan khususnya beras, kemudian jagung dan hilirisasi, hilirisasi, harga juga, stok pangan,” kata Amran.
Prabowo dikabarkan menggelar pertemuan dengan lima taipan nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa malam, 10 Februari 2026.
Mereka adalah Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, serta Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pertemuan tersebut berlangsung intens selama lebih dari 4,5 jam.