Berita

Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di acara resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa malam (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Iran Sebut AS Tak Layak Pimpin Inisiatif Perdamaian Gaza

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 11:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat dinilai tidak memiliki legitimasi untuk memimpin inisiatif perdamaian melalui pembentukan Board of Peace di Gaza karena keberpihakannya terhadap Israel. 

Penilaian tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam acara peringatan Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus Peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 10 Februari 2026.

Menurut Dubes Boroujerdi, sikap AS yang dinilai berpihak pada Israel membuat peran negara tersebut sebagai penengah konflik di Gaza patut dipertanyakan.


“Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah. Rezim tersebut didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.

Dubes menegaskan bahwa peran mediator harus dipegang pihak yang tidak memiliki kepentingan langsung terhadap konflik yang berlangsung.

“Mereka sudah memiliki pihak tertentu, dan jika mereka memiliki pihak tertentu, mereka tidak berhak untuk berbicara tentang mediasi atau proses perdamaian atau dewan atau hal semacam itu,” tegasnya.

Boroujerdi menambahkan bahwa proses perdamaian di Gaza seharusnya melibatkan negara atau lembaga internasional yang benar-benar netral. Pendekatan tersebut lebih berpotensi menciptakan solusi berkelanjutan bagi kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.

“Kami percaya jika ada perdamaian yang akan terjadi di Gaza atau wilayah yang diduduki, itu harus berasal dari negara-negara netral atau organisasi internasional netral,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia juga menyampaikan keraguan Iran terhadap komitmen Israel dalam menerima berbagai skema penyelesaian konflik, termasuk solusi dua negara. 

Menurutnya, rekam jejak konflik yang panjang menunjukkan tantangan besar dalam mewujudkan stabilitas kawasan.

“Dengan rekam jejak tersebut, sulit untuk mempercayai bahwa rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara, gencatan senjata, atau perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan,” kata dia. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan inisiatif Board of Peace dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss pada 22 Januari lalu. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan bergabung dalam dewan tersebut. 

Sebagai tindak lanjut, Gedung Putih berencana menggelar konferensi tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin negara anggota Board of Peace pada 19 Februari 2026. 

Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada upaya mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza, yang hingga kini masih berada dalam situasi rapuh.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya