Berita

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Humas KemenkoPM)

Politik

Menko Imin Ingin RI Naik Kelas: Jangan Nanggung!

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri Stadium Generale bertema “Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Naik Kelas” di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan Indonesia tidak boleh lagi berada di zona “tanggung” atau sekadar bertahan di level medioker. Menurutnya, sudah lebih dari satu dekade Indonesia berada pada fase pertumbuhan yang belum sepenuhnya melompat menjadi negara maju.

“Kita tidak boleh lagi tanggung. Indonesia harus benar-benar naik kelas, hari ini dan di masa yang akan datang,” tegasnya.


Dia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas generasi dalam mendorong cita-cita besar Indonesia. 

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara maju yang hanya mengandalkan sumber daya alam. Sebab kekayaan alam bersifat terbatas dan tidak cukup menjadi fondasi kemajuan jangka panjang. 

“Negara maju lahir dari industrialisasi dan hilirisasi yang ditopang ilmu pengetahuan, teknologi, serta masyarakat yang berdaya,” katanya.

Karena itu, ia memperkenalkan pendekatan DAI: Distinktif, Adaptif, dan Inklusif. Distinktif, yakni membangun keunggulan khas nasional, bukan sekadar meniru negara lain. Adaptif, yakni tanggap terhadap perubahan global, termasuk transisi energi, digitalisasi, dan disrupsi ekonomi dunia.

"Dan Inklusif, yakni memastikan industrialisasi melibatkan masyarakat luas, terutama masyarakat sekitar kawasan industri, agar tidak hanya menerima dampak, tetapi menjadi bagian integral dari peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi," tegasnya.

Muhaimin menegaskan bahwa ekonomi inklusif adalah prasyarat utama agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan menjadi jalan pemerataan kesejahteraan.

“Industri harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat. Jika rakyat terlibat dan berdaya, maka Indonesia naik kelas bukan sekadar slogan, tetapi kenyataan,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya