Berita

Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di acara resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa malam (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Hari Nasional Iran ke-47, Dubes Boroujerdi Tekankan Kerja Sama RI-Iran Kunci Stabilitas Regional

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 11:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar resepsi dalam rangka memperingati Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus Peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran. 

Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa malam, 10 Februari 2026 itu dihadiri jajaran pejabat pemerintah, korps diplomatik, serta tokoh masyarakat dari kedua negara.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam pidatonya menekankan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Iran dalam menjaga stabilitas kawasan. 


Menurutnya, kedua negara memiliki rekam jejak yang kuat dalam meredam konflik regional sekaligus berkontribusi pada terciptanya keamanan di wilayah masing-masing.

“Iran dan Indonesia secara konsisten berupaya mengelola dan membendung pemberontakan dan ketegangan regional. Sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing,” ujar Boroujerdi.

Ia juga menyoroti kesamaan visi kedua negara dalam menjalankan politik luar negeri yang mengedepankan perdamaian, kemandirian, serta prinsip non-blok. 

Boroujerdi menilai kesamaan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dan Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Republik Indonesia, seperti Republik Islam Iran dan negara-negara merdeka lainnya. Secara konsisten mengejar dan mengikuti sistem internasional. Dipandu oleh perdamaian, kemerdekaan, kebijakan luar negeri yang aktif dan non-blok,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Boroujerdi menilai hubungan bilateral Indonesia dan Iran terus mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. 

Namun, ia menegaskan masih terdapat peluang besar kerja sama yang dapat digarap melalui dukungan politik yang kuat dari kedua negara.

“Masih banyak peluang kerja sama yang belum dimanfaatkan antara kedua negara besar Islam ini. Jalan yang dapat diwujudkan melalui kemauan politik yang kuat dan saling mendukung antara para pemimpin Republik Iran dan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya