Berita

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri pelaksanaan CKG bagi komunitas pengemudi ojek online di markas Gojek, Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

Jemput Bola, Cek Kesehatan Gratis Sasar Komunitas Gojek

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebagai upaya negara memastikan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri pelaksanaan CKG bagi komunitas pengemudi ojek online di markas Gojek, Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Februari 2026. 

“Saya mengapresiasi GOTO yang sudah berinisiatif berkoordinasi dengan Puskesmas Mampang Prapatan untuk melaksanakan niatan mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait cek kesehatan gratis,” ujar Teuku Riefky. 


Ia menjelaskan, program CKG merupakan implementasi langsung amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh layanan kesehatan. 

Sejak dimulai pada 10 Februari 2025, program ini telah diikuti sekitar 70 juta masyarakat, dengan target 136 juta orang hingga akhir tahun 2026.

“Yang perlu diingat, program ini gratis dan bisa dilakukan setahun sekali. Kalau tahun lalu sudah, tahun ini bisa dilakukan lagi. Polanya juga semakin baik karena sekarang bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu hari ulang tahun,” jelasnya.

Menurut Teuku Riefky, inovasi lain yang diterapkan adalah pola jemput bola oleh tenaga kesehatan. Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke puskesmas, kini tim puskesmas justru mendatangi komunitas-komunitas masyarakat.

“Ini membuktikan bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyatnya agar lebih sehat. Tagline cek sekarang dan sehat lebih lama atau periksa hari ini sehat di masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya CKG bagi pengemudi ojek online yang memiliki aktivitas fisik tinggi setiap hari. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci agar para pekerja tetap sehat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi keluarga yang bergantung pada mereka. Teuku Riefky menambahkan, proses pemeriksaan CKG relatif singkat dan efisien. 

“Tadi saya lihat sendiri, prosesnya sekitar 15 sampai 20 menit. Mulai dari pemeriksaan awal, konsultasi, hingga edukasi kesehatan,” ungkapnya.

Dalam program ini, hasil pemeriksaan diklasifikasikan dalam tiga kategori. Peserta dengan kondisi sehat mendapatkan rapor hijau. Peserta dengan rapor kuning akan memperoleh obat gratis selama 15 hari untuk penyakit dasar seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes. Sementara peserta dengan rapor merah akan dirujuk untuk penanganan lanjutan menggunakan BPJS Kesehatan.

“Jadi program ini tidak berhenti di edukasi atau nasihat dokter saja, tapi juga ada obat-obatan dan tindak lanjutnya,” tegas Teuku Riefky.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa program CKG terus disempurnakan melalui inovasi layanan berbasis komunitas. Salah satunya dengan menjangkau kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online.

Program ini juga mendapat respons positif dari para pengemudi. Salah satunya Yohana, pengemudi Gojek yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Saya berterima kasih sekali buat pemerintah dan Gojek. Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi tahu kondisi fisik badan masing-masing dan apa yang harus dijaga ke depannya. Semoga kami selalu sehat,” tuturnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya