Berita

Beda Imlek dan Cap Go Meh (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Beda Imlek dan Cap Go Meh, Ini Makna dan Rangkaian Tradisinya

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 17:52 WIB

Hari Raya Imlek 2577 Kongzili atau Chinese New Year akan diperingati pada 17 Februari 2026. Perayaan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menyambut tahun baru berdasarkan penanggalan lunar.

Namun, tidak sedikit orang yang masih mengira Imlek dan Cap Go Meh adalah perayaan yang sama. Padahal, keduanya memiliki makna, rangkaian tradisi, serta waktu pelaksanaan yang berbeda. 

Masyarakat Tionghoa merayakan Imlek selama 15 hari penuh, kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Lantas, apa beda Imlek dan Cap Go Meh?


Mengutip dari laman Kementerian Agama RI, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh kegembiraan. Imlek merupakan perayaan penting yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus permohonan berkat kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Karena itu, perayaan Imlek identik dengan berbagai tradisi dan ritual yang dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun baru. Salah satu ritual ikonik dalam rangkaian perayaan Imlek adalah ritual mengantar Dewa Dapur ke langit. 

Tradisi ini biasanya dilakukan pada tanggal 23 atau 24 bulan ke-12 dalam kalender Lunar, atau sekitar satu minggu sebelum perayaan Imlek berlangsung. Ritual ini dipercaya sebagai rangkaian awal dalam menyambut Imlek. 

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, Dewa Dapur memiliki nama Tjiao Kun Kong. Ia diyakini bertugas menyampaikan laporan mengenai kehidupan manusia kepada Thian atau Dewa Tertinggi.

Umumnya, ritual mengantar Dewa Dapur dilakukan dengan membakar dupa, memberikan persembahan, hingga menyalakan petasan. Hal tersebut menjadi simbol penghormatan serta doa agar kehidupan di tahun yang baru membawa keberuntungan dan kelancaran. 

Setelah rangkaian perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari, perayaan ini ditutup dengan tradisi Cap Go Meh atau dikenal juga sebagai Festival Lampion. Secara harfiah, istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien yang berarti malam kelima belas. 

Dalam tradisi Tionghoa, malam tersebut merupakan malam purnama pertama di tahun baru Imlek. Perayaan ini dipercaya menjadi simbol keberuntungan dan harapan baru.

Momen Cap Go Meh juga sering dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan khas. Salah satu makanan tradisional yang biasanya disajikan adalah tang yuan atau yuan xiao. 

Namun di Indonesia, masyarakat Tionghoa lebih akrab dengan sajian lontong Cap Go Meh, yang kerap menjadi menu wajib dalam Festival Lampion. Cap Go Meh menjadi puncak sekaligus penutupan perayaan Tahun Baru Imlek. 

Tradisi ini mengandung makna spiritual yang dipercaya dapat mengusir energi negatif, menjauhkan bencana, serta membawa kesejahteraan dan keberuntungan bagi masyarakat yang merayakannya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya