Berita

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di rumah dinasnya, Jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

SELASA, 03 MARET 2026 | 00:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal menarget pemimpin besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei demi membantu rakyat Iran dapat dimentahkan.

Bantahan tersebut disampaikan Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di rumah dinasnya, Jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, fakta telah menunjukkan hal sebaliknya dalam serangan pertama AS bersama Israel ke pusat kota Teheran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026.


"Saya ingin tanyakan jenis bantuan seperti apa ini? Sampai dengan 200 anak-anak SD menjadi korban. Bantuan seperti apa yang dimaksudkan oleh mereka?" ujar Boroujerdi.

Klaim Trump yang menyatakan target utama penyerangan AS-Israel ke Iran untuk mengganti rezin yang dia cap otoriter, diyakini Boroujerdi tidak dipercaya oleh masyarakat dunia.

"Dunia tentu sudah sadar dan sudah lama mengetahui berbagai jenis bantuan yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Kita pernah melihat contohnya di Irak, di Afganistan, dan berbagai wilayah lainnya di dunia," bebernya.

"Amerika Serikat dalam langkahnya di Iran di tahun 1953 telah mendorong sebuah kudeta dia telah mengumpulkan berbagai pihak untuk menggantikan pemerintahan yang sah di Iran dan menggantikannya dengan sistem (Monarki) yang dipimpin oleh Syah (Reza Syah Pahlevi) pada saat itu," sambung Boroujerdi.

Lanjut dia, AS malah mengganggu kedaulatan suatu negara dengan cara yang zalim, yakni melalui agresi militer yang jauh dari kata menolong melainkan untuk kepentingan kekuasaan.

"Bantuan Amerika Serikat tidak lain selain kehancuran dan kelaparan dan kerusakan total bagi sebuah negara. Apakah ada manfaat lain? Saya rasa tidak ada," tandas Boroujerdi.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya