Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Indonesia Identifikasi 8 Blok Logam Tanah Jarang Strategis di Tiga Pulau

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Industri Mineral (BIM) baru saja merilis temuan mengenai delapan titik potensial Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare eart yang berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Berbeda dengan temuan sebelumnya yang biasanya merupakan hasil sampingan tambang, seluruh blok ini diidentifikasi sebagai sumber daya primer, menjadikannya pilar vital bagi penguatan kedaulatan industri nasional.

Kepala BIM, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa kedelapan wilayah tersebut memiliki cadangan mineral bernilai tinggi dengan luas lahan yang sangat prospektif.


“Ada 8 blok yang kami nilai memiliki potensi yang sangat besar. Ini semuanya adalah primary resources. Jadi bukan by-product resources,” ungkap Brian dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI pada Senin 9 Februari 2026. 

Berdasarkan data teknis dari BIM, berikut adalah rincian potensi mineral di delapan blok tersebut:

Di Bangka Belitung, terdapat empat blok utama. Blok Toboali seluas 10.000 hektare tercatat menyimpan Tungsten sebesar 8.287 ppm, REE 2.391 ppm, serta Tantalum. Blok Keposang menyusul dengan luas 5.000 hektare yang mengandung REE sekitar 1.000 ppm. Sementara itu, Blok Mentikus dan Batubesi menonjol dengan kandungan Timah (Sn) dan Tungsten, di mana Mentikus memiliki kadar Sn mencapai 23.400 ppm pada lahan seluas 200 hektare.

Di Kalimantan Barat, potensi masif ditemukan di Blok Melawi yang membentang seluas 54.000 hektare dengan total kandungan REE mencapai 81.720 ppm. Selain itu, terdapat Blok Boyan Hulu seluas 8.492 hektare yang menjadi tumpuan untuk komoditas Antimony dengan kadar sangat tinggi, yakni antara 70% hingga 95 persen.

Di Sulawesi, cadangan strategis terletak di Blok Mamuju, Sulawesi Barat, yang memiliki kandungan REE sekitar 2.000 ppm di area seluas 23.000 hektare. Terakhir, Blok Bombana di Sulawesi Tenggara mencakup lahan paling luas, yakni 64.000 hektare, dengan potensi campuran REE sebesar 220 ppm dan Antimony sebanyak 6.170 ppm.

Guna memproteksi aset berharga ini, BIM sedang menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tujuannya agar Izin Usaha Pertambangan (IUP) di area-area tersebut diprioritaskan bagi BUMN, sesuai dengan mandat Presiden untuk memperkokoh ketahanan industri dan pertahanan negara.

“Delapan ini yang kami sedang lakukan penelitian secara intensif untuk kemudian kami akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk memberikan rekomendasi sehingga pengelolaan IUP-nya dapat diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana diminta oleh Bapak Presiden,” tutur Brian.

BIM optimis Indonesia mampu merebut 1-5 persen pangsa pasar rare earth dunia. Jika proses hilirisasi berjalan optimal, sektor ini diprediksi akan menyumbang devisa negara hingga 7,42 miliar Dolar AS pada 2030.

Sebagai tahap awal, BIM berencana segera mengaktifkan unit percontohan (pilot project) teknologi hilirisasi di Mamuju. Fasilitas ini berfungsi untuk menguji keandalan teknologi lokal dalam memisahkan elemen LTJ sebelum nantinya diterapkan secara masif di seluruh blok potensial lainnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya