Berita

Ilustrasi menonton tv. (Freepik)

Hiburan

Rayakan HPN, Intip Sisi Liar Dunia Pers Lewat 10 Film Ini

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 15:55 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Setiap tanggal 9 Februari, kita memperingati peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Jurnalisme bukan sekadar profesi; ia adalah panggilan yang sarat risiko, dilema moral, dan dedikasi luar biasa terhadap kebenaran.

Untuk merayakan semangat Hari Pers Nasional (HPN) hari ini, Redaksi telah mengurasi rekomendasi film wartawan terbaik sepanjang masa.


Film-film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi cerminan mendalam tentang etika, investigasi, dan konflik abadi antara kekuasaan dan akuntabilitas.

Berikut adalah daftar tontonan wajib untuk merefleksikan kembali marwah pers di Indonesia dan dunia.

All The President’s Men (1976)

Film ini adalah "kitab suci" bagi jurnalis investigasi. Mengisahkan duo legendaris Woodward dan Bernstein dalam membongkar skandal Watergate, film ini menyoroti kerja keras memverifikasi fakta dan melindungi sumber rahasia (Deep Throat). Sebuah pengingat bahwa jurnalisme membutuhkan ketelitian, bukan sekadar sensasi.

Spotlight (2015)

Pemenang Oscar ini mengisahkan tim The Boston Globe yang mengungkap skandal pelecehan seksual sistematis. Film ini mengajarkan bahwa jurnalisme adalah layanan publik yang vital, menekankan kolaborasi tim dan kesabaran membiarkan fakta berbicara, tanpa mencari ketenaran pribadi.

Good Night, and Good Luck (2005)

Berlatar tahun 1950-an, film ini merekam keberanian Edward R. Murrow melawan Senator Joseph McCarthy. Ini adalah pelajaran berharga tentang peran pers sebagai pengawas (watchdog) pemerintah dan keberanian media menuntut akuntabilitas di tengah histeria politik.

The Post (2017)

Steven Spielberg memvisualisasikan pertaruhan besar The Washington Post saat menerbitkan Pentagon Papers di bawah ancaman hukum pemerintahan Nixon. Film ini menegaskan bahwa media harus berjuang demi kepentingan rakyat, bahkan ketika menghadapi risiko kebangkrutan atau tekanan penguasa.

Under Fire (1983) & Salvador (1986)

Kedua film ini membawa kita ke garis depan zona konflik. Under Fire menantang prinsip objektivitas: bolehkah wartawan memihak demi kemanusiaan? Sementara Salvador memotret sisi brutal dan subjektif jurnalis lepas di medan perang yang sering kali nekat demi mendapatkan kisah nyata.

Nightcrawler (2014)

Kritik pedas terhadap jurnalisme kuning (yellow journalism). Lou Bloom, seorang stringer, memonetisasi tragedi dengan prinsip "jika berdarah, itu berita utama". Film ini adalah peringatan keras tentang bagaimana sensasionalisme dapat mengikis kepercayaan publik.

Shattered Glass (2003)

Kisah nyata Stephen Glass yang memalsukan artikel di The New Republic. Di era "berita palsu" (fake news) saat ini, film ini relevan sebagai pengingat tentang pentingnya integritas dan verifikasi editor untuk mencegah runtuhnya reputasi pers.

Zodiac (2007) & The Paper (1994)

Zodiac menggambarkan jurnalisme sebagai obsesi yang bisa memakan korban kehidupan pribadi. Sedangkan The Paper menyajikan drama komedi tentang tekanan deadline di ruang redaksi, di mana akurasi sering bertarung melawan kecepatan.

Refleksi Hari Pers Nasional

Menonton film-film ini di Hari Pers Nasional bukan sekadar nostalgia. Mereka berfungsi sebagai pengingat kritis bahwa jurnalisme membutuhkan keberanian moral dan integritas tanpa kompromi.

Mari gunakan momen ini untuk mengapresiasi kerja keras para jurnalis yang terus berjuang menyuarakan kebenaran.

Seperti pesan dalam film-film ini: pers harus terus memperkuat etika agar tetap layak menjadi pilar kebenaran bagi masyarakat.

Selamat Hari Pers Nasional!

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya