Berita

Kolase Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Prabowo Bisa Kalah Telak di 2029 Jika Masih Nempel Jokowi

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 15:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wacana soal Prabowo dua periode yang dihembuskan Partai Gerindra dan beberapa lainnya turut menjadi sorotan publik.

Menurut dosen ilmu politik dan pemerintahan Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah wacana tersebut sangat relevan jika Presiden Prabowo Subianto meninggalkan pengaruh Jokowi. 

"Saya melihat apabila mengikuti kehendak Joko Widodo, maka Prabowo pada 2029 bisa kalah telak. Apalagi jika berpasangan dengan Gibran lagi,” kata Insan dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026. 


Pasalnya, lanjut dia, saat ini popularitas Jokowi sudah meredup usai tidak menjadi presiden. Apalagi mantan Gubernur DKI itu diduga terseret dalam beberapa kasus.

“Sebagaimana kita tahu, masyarakat Indonesia sekarang telah sadar bagaimana rezim Joko Widodo telah membawa Indonesia kepada kemunduran demokrasi di bidang politik serta kehancuran kelas menengah Indonesia di bidang ekonomi,” ungkap Insan.

Sementara itu, ia berpandangan bahwa maju pada periode 2029 begitu penting  bagi Joko Widodo dan keluarganya untuk menjaga dinasti politiknya di masa mendatang. 

“Jokowi harus bertahan untuk masa depan anak-anaknya, sekaligus supaya dia tetap memiliki pengaruh politik di kancah kekuasaan nasional. Mak itu Jokowi akan melakukan apapun untuk mewujudkannya," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya