Berita

Gedung Bursa Saham Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Transaksi Harian BEI Merosot Tajam 43 Persen, Investor Mulai "Wait and See"

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lantai bursa Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Memasuki pekan kedua Februari 2026, data perdagangan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. 

Tidak tanggung-tanggung, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) anjlok drastis sebesar 43,4 persen, menyisakan angka Rp24,75 triliun dari periode sebelumnya yang masih perkasa di angka Rp43 triliun.

Fenomena ini seolah memvalidasi kekhawatiran para pakar mengenai isu likuiditas. Para pakar sebelumnya telah memperingatkan bahwa transparansi dan likuiditas akan menjadi batu sandungan. Ketika transaksi harian "menguap" hampir separuhnya, pertanyaannya bukan lagi soal angka, tapi soal kepercayaan.


Kepercayaan diri pasar terlihat goyah saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa menyerah di level 7.935 pada penutupan Jumat 6 Februari 2026. Penurunan sebesar 4,73 persen dalam sepekan ini membuat IHSG harus rela terlempar dari zona psikologis 8.000.

Dengan posisi IHSG yang berada di level 7.935, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI tersisa Rp14.341 triliun atau ambles 4,69 persen dibandingkan ketika penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya, yakni Rp15.046 triliun.

Dapur bursa tampak mendingin. Hal ini terlihat dari penurunan aktivitas perdagangan di semua lini:

Volume Transaksi: Melorot 31,7 persen, kini hanya berkisar 43,2 miliar saham per hari.

Frekuensi Transaksi: Turun 28,2 persen, menunjukkan minat beli dan jual retail maupun institusi yang sedang di titik nadir.

Meski pada akhir pekan (Jumat) sempat terjadi aksi beli bersih (net buy) tipis sebesar Rp944 miliar, namun gambaran besarnya tetap mendung. Sepanjang tahun berjalan 2026, investor asing tercatat sudah menarik dana (net foreign sell) mencapai Rp11,02 triliun.

Angka keluar yang masif ini menjadi sinyal merah bahwa investor global mungkin sedang merealisasikan kekhawatiran yang sempat viral: ketidakpastian likuiditas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya