Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Prabowo Harus Realisasikan Program Prioritas Jika Ingin Dua Periode

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 05:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Terkait slogan presiden dua periode yang marak didengungkan kader Gerindra dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-18 menuai sorotan publik.

Pasalnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan belum genap dua tahun. Banyak janji kampanye 2024 yang termaktub dalam Asta Cita masih belum terealisasi.

Menurut Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, kerja-kerja politik untuk mensejahterakan masyarakat harus menjadi prioritas utama Presiden Prabowo pada saat ini. 


“Karena masih banyak program-program prioritas, janji kampanye 2024 yang lalu belum sepenuhnya direalisasikan Presiden Prabowo,” ujar Iwan akrab disapa dalam pesan elektroniknya kepada RMOL di Jakarta, Jumat malam, 6 Februari 2026. 

Lanjut dia, masih terlalu dini berbicara pemilu 2029 dan dua periode masa jabatan. Sebab pembuktian untuk dapat memenangkan hati rakyat kembali agar bisa dua periode harus dibuktikan oleh Prabowo dan Partai Gerindra.

“Presiden Prabowo harus membuktikan keseriusannya pada kerja politiknya untuk masyarakat. Rakyat butuh realisasi jika ingin dua periode,” pungkas Iwan.

Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya juga merespons dingin wacana dua periode tersebut.

Menurut Dasco, seruan 'Prabowo dua periode' hanya sebatas aspirasi dan doa. Sementara arah politik Gerindra ke depan masih bergantung pada keberhasilan pemerintahan saat ini.

"Ya itu kan namanya harapan dari masyarakat," kata Dasco di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Wacana dua periode sebelumnya santer karena sempat didengungkan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Bahkan Jokowi dengan lantang menyerukan Prabowo-Gibran dua periode yang artinya sang putra sulung didorong untuk menjadi RI 2 kembali pada 2029.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya