Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menggelar sidang debottlenecking pada Jumat, 6 Februari 2026. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Politik

Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Ini yang Dibahas

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin sidang aduan kanal debottlenecking di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026. 

Ada dua persoalan yang dibahas dalam forum tersebut, yakni perizinan apotek skala UMKM hingga penyempurnaan tata kelola perizinan program bioetanol nasional.

Pada agenda pertama, Purbaya menindaklanjuti keluhan apoteker UMKM yang disampaikan Gerakan Apoteker Pemilik Apotek Independen untuk memangkas hambatan perizinan sekaligus meningkatkan kepastian usaha.


Kesepakatan itu mencakup penambahan fitur pemutakhiran data pada sistem Online Single Submission (OSS) agar perpanjangan izin apotek lebih mudah, penetapan standar harga layanan melalui Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta percepatan penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Yang PU juga kami minta SLA-nya (service level agreement) bisa keluar cepat sesuai dengan yang diumumkan paling lambat dua bulan,” kata Purbaya dalam siding di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 6 Februari 2026.

Kementerian PU pun diminta memastikan penyelesaian SLF maksimal dua bulan, sejalan dengan standar layanan 28 hari kerja agar lebih ramah bagi apotek berskala UMKM.

Sidang debottlenecking kedua dilanjutkan dengan pembahasan masukan dari PT Pertamina Patra Niaga terkait penyempurnaan perizinan berusaha untuk mendukung pengembangan bioetanol melalui produk Pertamax Green 95.

Saat ini, Pertamax Green dengan campuran 5 persen bioetanol (E5) telah tersedia di 177 SPBU di Pulau Jawa, Banten, dan DI Yogyakarta.

Sepanjang 2025, penjualan Pertamax Green tercatat menembus lebih dari 16.000 kiloliter. Namun, Pertamina menilai program ini masih terbatas, karena impor bensin nasional masih berkisar 20 juta kiloliter.

Dalam forum tersebut, Pertamina mengusulkan pembebasan cukai etanol fuel grade guna memperbaiki bisnis bioetanol. Disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, proses pembebasan cukai masih berjalan lambat karena harus melalui berbagai perizinan, mulai dari izin usaha industri (IUI) Kementerian Perindustrian hingga analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Saat ini, pembebasan cukai etanol baru diperoleh untuk Integrated Terminal Surabaya setelah melalui proses panjang, termasuk pengurusan Amdal yang memakan waktu dua hingga tiga tahun. Padahal, Pertamina memiliki sekitar 120 terminal BBM yang dinilai potensial untuk pencampuran bioetanol.

“Kita sudah mengajukan pembebasan untuk satu titik di Surabaya. Mengingat dengan cukai Rp20.000 per liter, keekonomiannya menjadi sangat berat,” kata Oki.

Untuk itu, dalam rencana mandat dari Kementerian ESDM dan asumsi pemanfaatan 50 persen, pemerintah menilai perlu adanya penyesuaian regulasi agar implementasi program tersebut dapat berjalan optimal.

Merespons keluhan Pertamina, Purbaya selaku Wakil Ketua Satgas P2SP langsung menginstruksikan jajarannya untuk merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 82 Tahun 2024 serta Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor 13 Tahun 2024 dalam waktu satu minggu.

“Keputusan rapat hari ini kita akan sesuaikan peraturan hasil diskusi. Ada penyesuaian Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), perubahan PMK 82/2024, dan perubahan Perdirjen Bea Cukai 13/2024. Semuanya akan selesai paling lama seminggu dari sekarang,” tutur Purbaya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya