Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah mengklaim kondisi ekonomi nasional berada dalam keadaan baik-baik saja. 

Menurutnya, penilaian terhadap ekonomi tidak bisa dilakukan secara sepihak karena ada mekanisme pasar dan perhatian dunia internasional yang turut menentukan persepsi.

“Pemerintah pasti paham bahwa kondisi ekonomi tidak bisa klaim sepihak. Ada market dan dunia internasional yang juga memperhatikan serta memantau,” ujar sosok yang akrab disapa Hensat itu lewat akun X miliknya, Jumat, 6 Februari 2026.


Founder lembaga survei Kedai KOPI itu menegaskan, pernyataan pemerintah belum tentu sejalan dengan penilaian pasar. 

“Saat pemerintah bilang ‘cakep’, maka belum tentu ‘cakep’ buat pasar. Nah, siapa yang lebih dipercaya?” tanya Hensat.

Karena itu, ia menilai penting bagi pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan optimisme ekonomi ke ruang publik. 

Sebab kepercayaan investor dan pelaku pasar tidak bisa dibangun hanya dengan narasi, melainkan harus ditopang oleh kebijakan yang terukur dan sinyal ekonomi yang jelas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya