Berita

Gedung Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

BI: Penyesuaian Outlook Moody’s Tak Cerminkan Pelemahan Ekonomi

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) menanggapi keputusan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service yang menurunkan outlook pasar surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. BI menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, di tengah dinamika global yang sarat gejolak dan ketidakpastian, perekonomian domestik justru tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

“Penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia,” ujar Perry dalam keterangan resminya, dikutip Jumat 6 Februari 2026


Perry memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan ekonomi sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen. Inflasi juga tetap terkendali di level 2,92 persen, berada dalam rentang sasaran, sementara stabilitas nilai tukar Rupiah terus diperkuat melalui komitmen kebijakan Bank Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. Inflasi tetap terjaga pada 2,92 persen, berada dalam kisaran sasaran, dan stabilitas nilai tukar Rupiah terus diperkuat melalui komitmen kuat Bank Indonesia,” tegas Perry.

Ia juga memastikan stabilitas sistem keuangan nasional berada dalam kondisi baik. Hal ini ditopang oleh kecukupan likuiditas, permodalan perbankan yang tetap tinggi, serta risiko kredit yang terjaga rendah. Selain itu, sistem pembayaran nasional dinilai tetap stabil berkat infrastruktur yang andal dan struktur industri yang sehat, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dengan kecenderungan meningkat, seiring inflasi yang terus terkendali.

“Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah akan tetap solid dengan tren meningkat, didukung oleh inflasi yang terkendali,” tutur Perry.

Pada Kamis 5 Februari 2026 Moody’s mengumumkan perubahan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Dalam pernyataannya, Moody’s menyebut langkah tersebut didorong oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan, kekhawatiran terhadap tata kelola, serta potensi dampaknya terhadap kepercayaan investor.

“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit ditebak, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tulis Moody’s.

Moody’s menambahkan, jika kondisi tersebut berlanjut, hal itu dapat menggerus keyakinan terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, yang menandakan Indonesia masih berada dalam kategori investment grade.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya