Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Anjlok Tajam Dibayangi Kekhawatiran Investasi AI

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street ditutup melemah tajam pada Kamis, 5 Februari 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan atau AI)

Dikutip dari Reuters, indeks S&P 500 turun 1,23 persen ke level 6.798,40. Indeks Nasdaq merosot 1,59 persen ke 22.540,59, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 1,20 persen ke 48.908,72.

Tekanan pasar terutama datang dari saham-saham teknologi raksasa. Sentimen negatif menguat setelah Alphabet mengumumkan rencana agresif untuk menggandakan belanja modal AI demi memenangkan persaingan di sektor teknologi yang berkembang pesat tersebut.


Alphabet, induk Google, mengungkapkan rencana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga 185 miliar dolar AS pada 2026. Jika digabung dengan para pesaingnya di kelompok Big Tech, total belanja AI diperkirakan menembus 500 miliar dolar AS tahun ini. Namun, langkah besar ini justru memicu kekhawatiran pasar karena belum ada kepastian bahwa investasi masif tersebut akan segera menghasilkan peningkatan pendapatan dan laba.

Sejumlah saham teknologi pun tertekan. Saham Alphabet turun 0,55 persen, Microsoft anjlok 5 persen, Palantir jatuh 6,8 persen, dan Oracle merosot 7 persen. Amazon melemah 4,4 persen pada perdagangan reguler, lalu kembali terperosok sekitar 10 persen setelah penutupan bursa. Saham Nvidia, yang selama ini diharapkan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari belanja AI, ikut turun 1,4 persen.

Analis menilai pasar kini semakin waspada terhadap siklus belanja besar AI. Investor menunggu bukti lebih kuat bahwa pengeluaran masif tersebut benar-benar mampu mendorong kinerja keuangan perusahaan. “Ini pertama kalinya perusahaan teknologi besar menjalani siklus belanja modal sebesar ini, dan pasar masih ragu apakah investasi tersebut akan menghasilkan manfaat nyata,” kata Tom Hainlin, analis strategi investasi di U.S. Bank Wealth Management.

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa pengembangan AI justru berpotensi menggerus permintaan terhadap perangkat lunak tradisional, yang pada akhirnya dapat menekan margin keuntungan perusahaan teknologi.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya