Berita

Jaya Suprana.

Jaya Suprana

Tentang Bonsai

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 07:22 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SATU di antara sekian banyak cara mengalahkan atau minimal mengganggu lawan politik adalah pengerdilan karakter sang lawan politik sehingga dianggap publik sebagai tidak layak ikut tampil di panggung politik.

Namun pengerdilan tidak selalu bersifat negatif semisal pengerdilan pohon dalam pot yang disebut sebagai bonsai. Bahkan satwa seperti kuda, babi dan anjing juga sengaja dikerdilkan oleh manusia demi memperoleh hewan peliharaan bersosok mungil.

Bonsai berasal dari Cina lebih dari 2.000 tahun lalu, dikenal “pen jing”. Kemudian, seni ini berkembang di Jepang pada abad ke-14 dan disebut sebagai “bonsai”. 


Tujuan awal bonsai adalah untuk menciptakan miniatur pohon yang merepresentasikan alam dan filosofi Zen. Teknik bonsai melibatkan pemangkasan, pengikatan, dan perawatan khusus untuk mengontrol pertumbuhan pohon. (Harap dibedakan antara bonsai dengan banzai sebagai pekik penyerbuan samurai dan militer Jepang).

Bonsai bukan hanya tentang mengkerdilkan pohon, tapi juga tentang menciptakan keseimbangan, harmoni, dan keindahan alam dalam skala kecil. Pohon yang bisa dibonsaikan harus memiliki beberapa syarat antara lain akar yang kuat dan sehat, batang yang fleksibel dan tidak terlalu tebal, daun atau ranting yang kecil dan rimbun, pertumbuhan yang lambat atau dapat dikontrol oleh manusia serta dapat bertahan hidup dalam pot kecil . Selain itu, pohon yang memiliki karakter unik, seperti batang yang melengkung atau akar yang menarik, lebih disukai untuk dibonsaikan.

Namun ada beberapa pohon yang sulit dibonsaikan, seperti pohon dengan akar yang sangat dalam atau agresif (contoh: pohon kelapa); pohon dengan batang yang sangat tebal atau keras (contoh: pohon jati tua); pohon dengan daun yang sangat besar atau berat (contoh: pohon pisang) serta pohon yang rentan terhadap stres atau penyakit.

Namun sebenarnya tidak ada yang mustahil jika sang pembonsai memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat.

Sementarta pohon bambu adalah satu di antara jenis pohon yang sangat populer untuk dibonsaikan akibat pertumbuhan yang cepat, batang yang fleksibel dan kuat serta daun yang kecil dan rimbun.

Bambu juga memiliki beberapa varietas yang sangat cocok untuk bonsai, seperti bambu hitam, bambu kuning, dan bambu hijau. Teknik bonsai bambu biasanya melibatkan pemangkasan batang dan akar, serta pengikatan untuk menciptakan bentuk yang diinginkan. Bambu juga memiliki makna filosofis yang dalam, seperti kekuatan, kemampuan adaptasi, dan kesederhanaan.

Dalam filosofi Zen, bonsai bukan hanya tentang menciptakan miniatur pohon, tapi juga tentang keseimbangan dan harmoni di dalam kalbu diri sendiri.

Bonsai dianggap sebagai “d?” atau “jalan” untuk mencapai pencerahan. Dalam praktik Zen, bonsai digunakan sebagai objek meditasi untuk mengembangkan kesabaran dan ketelitian, menghargai keindahan alam serta menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam diri.

Di Jepang , bonsai juga dianggap sebagai “zazen” atau “diam duduk” yang membantu kita mampu optimal melakukan meditasi demi melepaskan pikiran yang mengganggu.

*) Penulis adalah budayawan dan pendiri MURI.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya