Berita

Surat YBS untuk ibu kandung sebelum bunuh diri. (Foto: media sosial)

Nusantara

Kematian Siswa SD di NTT adalah Social Murder Pendidikan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 20:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tragedi kematian siswa SD Kabupaten Ngada, Nusa Tenggata Timur (NTT) berinisial YBS (10) masuk kategori social murder atau pembunuhan sosial akibat minimnya respons sistemik negara.

Lembaga kajian kebijakan publik IndexPolitica menilai tragedi YBS yang meninggal bunuh diri mengungkap fakta tekanan sosial yang kerap dialami anak-anak dari keluarga tidak mampu akibat praktik pendidikan formalistik dan kurang sensitif terhadap kondisi sosial murid.

“Bagi anak dari keluarga miskin, datang ke sekolah tanpa perlengkapan belajar bukan sekadar persoalan akademik, tetapi pengalaman sosial yang menekan secara psikologis,” ujar Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, Kamis, 5 Februari 2026.


Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan bagaimana sistem pendidikan dapat menimbulkan dampak fatal bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan. Tekanan, rasa malu, dan ketidakpastian administratif dapat berakumulasi menjadi beban eksistensial yang sangat berat bagi murid.

IndexPolitica menganggap peristiwa ini sebagai social murder. Sistem yang abai terhadap kebutuhan dasar dan martabat anak berkontribusi pada risiko membahayakan nyawa.

Oleh karena itu, IndexPolitica mendorong pemerintah dan pemangku kebijakan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik pendidikan dasar, terutama di wilayah miskin dan tertinggal.

Perlindungan martabat serta kesehatan mental anak harus menjadi bagian integral dari kebijakan pendidikan nasional.

“Kematian YBS seharusnya menjadi peringatan keras bahwa pendidikan tidak boleh menjadi sumber tekanan sosial. Tanpa pembenahan serius pada aspek sensitivitas sosial, risiko tragedi serupa akan terus berulang,” tutup Alip.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya