Berita

KPK mengekspose barang bukti uang tunai dari OTT Kalsel. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Mulyono Kena OTT saat Terima Kardus Berisi Rp1 Miliar dari Bos PT BKB

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 19:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Barang bukti Rp1 miliar yang diamankan KPK saat OTT Kalsel merupakan uang suap dari Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti (BKB), Venasius Jenarus Genggor untuk Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono.

Uang tersebut ditemukan penyidik di dalam dua dus berisi pecahan Rp 100 ribu dan Rp50 ribu.

"Dua kardus ini digunakan pihak pemberi VNZ (Venasius) kepada saudara MLY (Mulyono) untuk membungkus uang senilai Rp1 miliar," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.


Mulyono dan Venasius resmi ditetapkan tersangka bersama anggota tim pemeriksa KPP Madya Banjarmasin, Dian Jaya Demega. Ketiganya menjadi tersangka setelah terjaring OTT pada Rabu kemarin, 4 Februari 2025.

Selain barang bukti Rp1 miliar dari Mulyono dan Venasius, KPK juga mengamankan barang bukti penggunaan uang Rp300 juta oleh Mulyono untuk DP rumah, Rp180 juta yang sudah digunakan Dian, dan Rp20 juta yang digunakan Venasius.

"Sehingga total barang bukti yang diamankan dari kegiatan ini senilai Rp1,5 miliar," tambah Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Ketiga tersangka kini ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih selaam 20 hari ke depan hingga 24 Februari 2026.

Tersangka Mulyono dan Dian selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 a dan Pasal 12 b UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor serta Pasal 606 Ayat 2 UU 1/2023 tentang KUHP.

Sedangkan tersangka Venzo selaku pemberi disangkakan telah melanggar Pasal 605 dan Pasal 606 Ayat 1 UU 1/2023 tentang KUHP.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya