Berita

Wilfridus Yons Ebit. (Foto: Istimewa)

Politik

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 17:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua Umum Bidang Politik DPN Tani Merdeka, Wilfridus Yons Ebit disebut-sebut tengah berseteru dengan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Perseteruan itu mencuan usai viral postingan di Facebook dari akun Yons Ebit, yang menghardik Prima Yoris Kago gara-gara program Calon Petani Calon Lahan (CPCL) Hilirisasi Jagung.

"Juventus Prima Kago, Bupati Sikka, Adek, saya minta segera koordinasi sama Kadis Pertanian Sikka, segera ajukan CPCL hilirisasi jagung. Dan masih banyak program lainnya," demikian postingan Yons Ebit yang diunggah Rabu 4 Februari 2026.


"Saya kash batas waktu sampai tanggal 7 ini batas akhir pengajuan. Terlalu sederhana untuk Adek memikirkan hal yang sederhana untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.

Soal seteru itu, seorang petani di Sikka, PL (57) mengatakan bahwa secara prinsip tidak ada yang salah dari pernyataan Yons Ebit.

"Secara substantif, dorongan Yons Ebit untuk kepentingan petani adalah langkah yang benar," kata dia kepada wartawan, Kamis 5 Februari 2026.

Hanya saja, dia menyoroti cara penyampaian yang dilakukan Yons Ebit. Terlebih dengan posisinya sebagai tokoh Tani Merdeka dan Komisaris di BUMN, seharusnya Yons Ebit bisa lebih elegan dalam menyampaikan pandangan.

"Publik mengharapkan diplomasi yang lebih elegan dan berbasis data melalui koordinasi tertutup ketimbang polemik terbuka yang justru berpotensi memicu kegaduhan dan risiko pelanggaran etik jabatan," tuturnya.

Menurutnya, jika gaya komunikasi konfrontatif ini terus dipertahankan, Tani Merdeka berisiko kehilangan posisi sebagai mitra strategis pemerintah.

"Alih-alih dipandang sebagai jembatan aspirasi, organisasi ini bisa dicap sebagai entitas politik yang menggunakan tekanan publik untuk memaksakan agenda birokrasi," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya