Berita

Pandapotan Lubis. (Foto: tribunrakyat.com)

Publika

Wafatnya Pandapotan Lubis Jadi Duka Gerakan Sipil dan Demokrasi

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Direktur Jakarta Institute Agung Nugroho menyampaikan duka mendalam atas wafatnya aktivis masyarakat sipil Pandapotan Lubis.

Menurut Agung, kepergian Pandapotan merupakan kehilangan besar bagi gerakan masyarakat sipil dan pegiat demokrasi di Indonesia, khususnya mereka yang konsisten memperjuangkan pluralisme dan kebebasan sipil.

"Almarhum meyakini demokrasi hanya dapat tumbuh jika kebebasan berekspresi dijaga, hak-hak sipil dihormati, dan pluralisme dirawat sebagai kekuatan bangsa. Bukan sumber perpecahan," kata Agung dalam pesan yang dipancarluaskannya pagi ini, Kamis, 5 Februari 2026.


Pandapotan dikenal luas sebagai figur sentral di lingkungan Guntur 49, ruang diskusi yang selama bertahun-tahun menjadi simpul pertemuan aktivis lintas pandangan. Di ruang tersebut, Pandapotan berhasil merawat tradisi dialog yang beradab dan menghormati perbedaan.

Agung menuturkan almarhum tidak pernah tertarik pada kekuasaan formal serta memilih jalur advokasi dan pendidikan publik sebagai medium perjuangan untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka dan sehat.

Agung juga mengenang kebersamaannya dengan Pandapotan pada 1999 dalam berbagai kampanye pluralisme dan kebebasan sipil. Ia menyebut keteguhan Pandapotan dalam memperlakukan perbedaan sebagai fondasi demokrasi menjadi teladan penting bagi generasi aktivis.

“Nilai-nilai yang diperjuangkan almarhum akan terus hidup dalam ingatan dan kerja kolektif masyarakat sipil,” pungkas Agung seraya menyampaikan belasungkawa.

Pandapotan Lubis yang dikenal sebagai aktivis Guntur 49 meninggal dunia pada Kamis, 5 Februari 2026. Pandapotan mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 05.30 WIB setelah menjalani perawatan kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Almarhum diketahui dalam beberapa waktu terakhir menjalani rawat jalan akibat penyakit jantung. Rumah duka berada di Jalan Haji Sanyar, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

“Innalillahi, selamat jalan kawan,” tulis aktivis 98 Andi Arief di grup WhatsApp Indemo.

“Innalillahi wa innailahi rojiun, turut berduka atas wafatnya sahabat terbaik kita, Pandapotan Lubis. Manusia pejuang yang ikhlas dan baik hati. Semoga diterima di sisi Allah,” tulis aktivis pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya