Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Istana Minta Kepala Desa Aktif Pantau Warga Rentan usai Tragedi Siswa SD di NTT

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya peran aktif kepala desa dan aparat di tingkat bawah dalam memantau kondisi kelompok masyarakat rentan. 

Penegasan itu disampaikan menyusul tragedi memilukan yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Prasetyo, pengawasan dan pemantauan yang konsisten dari kepala desa maupun kepala dusun sangat dibutuhkan, khususnya terhadap warga yang belum tersentuh bantuan sosial pemerintah. 


Langkah proaktif di tingkat desa dan kelurahan dinilai akan membantu pemerintah pusat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menekankan, mekanisme pelaporan dari bawah menjadi kunci agar intervensi negara dapat tepat sasaran dan menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Dengan begitu, pemerintah dapat segera mengambil langkah jika ditemukan warga yang luput dari pendataan.

Lebih lanjut, Prasetyo berharap pemantauan aktif tersebut mampu mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa serupa, seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Ngada, NTT, ketika seorang siswa SD diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.

“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Prasetyo juga menyatakan bahwa pemerintah menjadikan tragedi tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan, mulai dari persoalan pendataan hingga kepedulian sosial. 

“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh gitu. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” tutupnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya