Berita

Saif al-Islam Gaddafi (Foto: Chimp Reports)

Dunia

Putra Muammar Gaddafi Tewas Ditembak Pria Bertopeng di Libya

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 14:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Putra mendiang diktator Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, dilaporkan tewas ditembak oleh sekelompok pria bersenjata di kediamannya di Libya. 

Menurut laporan media lokal dan sumber dekat keluarga, Saif dibunuh oleh pria bertopeng di kota Zintan, wilayah barat laut Libya pada Selasa waktu setempat, 3 Februari 2026

"Empat pria bertopeng menyerbu rumahnya dan membunuhnya dalam sebuah pembunuhan pengecut dan khianat," ungkap tim politik Saif al-Islam, seperti dimuat Independent News.


Pengacaranya, Khaled al-Zaydi mengonfirmasi kematian Saif al-Islam melalui unggahan di Facebook, meski tanpa merinci kronologi kejadian. 

Laporan lain menyebut Saif al-Islam sempat terlibat bentrokan dengan para penyerang yang sebelumnya mematikan kamera CCTV di rumah tersebut untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Sepupu Saif al-Islam, Hamid Kadhafi, mengatakan korban telah gugur sebagai martir. Ia menambahkan bahwa alamat kompleks tempat tinggal Saif al-Islam seharusnya dirahasiakan. 

Kota Zintan sendiri berjarak sekitar 136 kilometer di barat daya ibu kota Tripoli.

Saif al-Islam dikenal sebagai putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi dan sempat dipandang sebagai pewaris kekuasaan sebelum rezim ayahnya tumbang dalam pemberontakan Oktober 2011.

Lahir di Tripoli pada Juni 1972, ia merupakan putra kedua Gaddafi dari istrinya, Safia Farkash, serta menjadi bagian penting dari lingkaran dalam kekuasaan sang ayah.

Setelah kejatuhan rezim Gaddafi, Saif al-Islam ditangkap kelompok anti-Gaddafi pada November 2011 dan dipenjara oleh milisi di Zintan selama hampir enam tahun sebelum dibebaskan pada 2017. 

Ia sempat divonis mati secara in absentia pada 2015 dan juga diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Hingga kini, Libya masih terjerat konflik politik berkepanjangan pascarezim Gaddafi, dengan berbagai faksi bersenjata dan pemerintahan tandingan saling berebut pengaruh, sementara upaya pemilu dan rekonsiliasi nasional terus mengalami kebuntuan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya