Berita

Pandji Pragiwaksono (kiri) saat sowan ke MUI. (Foto: dokumentasi MUI)

Hiburan

Komika Pandji Pragiwaksono Sowan ke MUI Sebelum Klarifikasi ke Polisi

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Komika Pandji Pragiwaksono sowan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) buntut materi stand up comedy bertajuk Mens Rea menuai polemik hingga pelaporan ke polisi. Didampingi pengacaranya, Haris Azhar, Pandji diterima Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Pertemuan yang berlangsung kemarin malam, Selasa 3 Februari 2026, itu menjadi bagian dari proses tabayyun atas materi Mens Rea yang dinilai sebagian pihak menyinggung isu agama. Dalam pertemuan Pandji dan pihak MUI bahkan sempat menonton ulang materi stand up comedy tersebut dan berdiskusi.

“Saya tadi berdialog dan kami sempat menonton pertunjukannya bareng-bareng, terus sudah gitu sempat ada diskusi,” kata Pandji.


Pandji mengaku mendapat nasihat, dimana sebagai komika perlu menghadirkan karya seni dengan niat menghibur orang tapi tetap harus mempertimbangkan segala hal.

“Saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang. Maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga,” jelas Pandji

Sementara, Haris Azhar menjelaskan dialog dengan MUI menjadi langkah awal dalam mencari jalan keluar terkait laporan-laporan polisi soal materi Mens Rea.

“Berharap MUI dengan fasilitas keilmuan, fasilitas institusinya, pasti kami yakin akan dengan arif sekali merespons. Kita tidak minta pesanan, hasilnya harus seperti apa, tidak. Kita tadi bahasa gampangnya ikhlas saja datang. Kita jelaskan, Panji jelaskan, Mens Rea itu pertunjukan apa, tujuannya apa, latar belakangnya, proses seperti apa. Dan selebihnya, ngobrol rileks, tukar pikiran dan diskusi banyak hal,” jelas Haris.

Di sisi lain, Asrorun Ni’am menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari proses tabayun dari persoalan yang sempat ramai di ruang publik.

“Kita menerima silaturahmi dari Bang Pandji bersama teman-teman untuk tabayun atas masalah yang sempat ramai dan menjadi perhatian publik. Informasi tabayun ini penting sebagai bagian dari proses MUI dalam memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat,” ujar Prof Ni’am.

Pandji sendiri dijadwalkan dimintai klarifikasi oleh penyelidik Polda Metro Jaya pada Jumat lusa. Karifikasi dilakukan untuk lima laporan polisi sekaligus berkaitan dengan materi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

"Polda Metro Jaya menerima lima laporan polisi dan satu pengaduan. Atas lima laporan polisi tersebut, saudara PP (Pandji Pragiwaksono) diminta untuk diundang menghadiri klarifikasi pada hari Jumat, 6 Februari 2026, pukul 10.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Kombes Budi mengatakan lima laporan polisi terhadap Pandji mempunyai objek laporan yang sama sehingga penyidik melakukan pemanggilan dalam satu waktu untuk menghemat waktu. 

Surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada Pandji, Adapun tTerkait saksi yang diperiksa Kombes Budi mengatakan sudah memeriksa saksi pelapor.

"Sudah diperiksa lima saksi pelapor," katanya. 

Mens Rea merupakan acara stand up komedi Pandji Pragiwaksono yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, 30 Agustus 2025. Mens Rea kemudian ditayangkan Netflix pada 27 Desember 2025.

Buntut acara tersebut, sejumlah laporan terhadap Pandji telah masuk ke Polda Metro Jaya. Salah satunya terkait dugaan penghasutan dan penistaan agama yang dilayangkan pihak yang mengaku dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah pada Rabu, 7 Januari 2026.

Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid menilai materi komedi Pandji mengandung unsur merendahkan dan memfitnah, sehingga cenderung menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurutnya, konten yang disampaikan dalam Mens Rea juga menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya